Kamu Dipanggil

Renungan Jumat 19 Januari 2018.

Bacaan: 1Sam. 24:3-21Mzm. 57:2,3-4,6,11Mrk. 3:13-19.

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan. (Mrk 3:13-15)

Di banyak perikop dikisahkan bahwa banyak orang dari mana-mana berkumpul mendengarkan pengajaran Yesus. Dari mereka, Yesus memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan dengan penuh harapan dan pikiran yang positif. Yesus memilih dua belas orang sebagai rasul untuk menyertai-Nya dan menjadi rekan-Nya dalam mewujudkan misi-Nya yaitu Kerajaan Allah dan keselamatan seluruh umat manusia.

Pesan yang dapat ditarik dengan adanya seleksi untuk menjadi utusan Yesus ini adalah:

1. Murid Yesus berasal dari berbagai latar belakang.
Kita pun sebagai murid Yesus juga berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda baik sosial, ekonomi, budaya, karakter maupun  pendidikan.
2. Yesus memberikan kuasa pada tiap orang yang dipanggil-Nya.
Mengetahui kelemahan utusan dalam mewartakan Injil, maka kedua belas rasul diberinya kuasa. Kita pun sebagai murid-Nya juga diberi kuasa seturut kehendak-Nya.
3. Kuasa yang diberikan akan bekerja bergantung pada kehendak si penerima untuk melaksanakan panggilan Allah.
Itulah sebabnya meskipun sudah dipilih dan diberi kuasa, para murid ada yang menyangkal, ada yang setia bahkan Yudas akhirnya mengkhianati-Nya. Apakah Yesus tidak mengetahui sebelumnya bahwa Yudas akan menjadi pengkhianat? Yesus pasti mengetahuinya. Namun semua orang dipanggil-Nya untuk menikmati karya keselamatan tanpa kecuali termasuk Yudas Iskariot.  
4. Kita dipanggil seperti para rasul. 
Kita punya kehendak/ambisi, kita diberi kuasa, sekarang tinggal bagaimana kita menanggapi panggilan Tuhan dan kuasa yang sudah kita terima.   

Apakah di antara kita ada yang menjadi “Yudas” baru yang dengan mudah mengkhianati-Nya? Kita tahu jawabannya, karena mungkin justru kita sendirilah orangnya. Kisah Yudas menjadi suatu peringatan bagi kita mengenai suatu pembaruan yang terus-menerus atas pengabdian kita kepada Yesus. Para rasul lainya juga banyak melakukan kesalahan, namun mereka mau mengubah diri dan tekun dalam iman. Dengan sikap seperti itu, mereka mampu menyingkirkan pikiran-pikiran jahat dan nafsu/ambisi pribadi akan dunia dan perlahan-lahan diubah kepada tingkat pengabdian yang lebih mendalam. Kita yang telah menjawab panggilan Yesus untuk menjadi murid-Nya, marilah lebih menyadari bahwa menjadi murid tidak dapat sekali jadi, namun berproses. Jika andalan kita hanya pada Tuhan, kita pasti menang. 

Doa: Tuhan Yesus, Engkau telah memanggilku menjadi murid-Mu, padahal Engkau tahu semua kelemahanku. Meskipun hidupku cenderung menjadi pengkhianatan dari kasih dan setia kepada-Mu, namun Engkau tidak pernah membiarkan aku jauh dari-Mu. Engkau selalu memanggilku dan memanggilku kembali untuk melakukan kehendak-Mu. Terima kasih atas kepercayaan-Mu kepadaku. Roh Kudus bimbing aku agar kepercayaan itu berwujud dalam setiap langkah hidupku. Amin. (LKME)

Hasil gambar untuk You are called