Berpuasa

Renungan Senin 15 Januari 2018

Bacaan: 1Sam. 15:16-23; Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23; Mrk. 2:18-22

Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. (Mrk 2:20)

Puasa bagaimana yang kita lakukan? Saat-saat sekarang ini tanpa diminta pun kita sudah melakukan “puasa” dengan berbagai alasan. Karena kesehatan, karena keuangan, karena tekanan atau karena menginginkan sesuatu.  Namun di balik semua itu kita pasti menyadari perlunya puasa di dalam kehidupan ini.

Puasa adalah tanda kehidupan yang senantiasa harus selalu diperbarui. Puasa sangat diperlukan dalam kehidupan ini, karena di saat kita berpuasa, kita bisa saja mengalami banyak godaan, tantangan, perjuangan dan kemenangan. Namun apakah hanya itu saja yang kita dapat?  

Bapak, Ibu, Saudara-saudariku yang terkasih dalam Kristus. Ketika Yesus hidup di dunia ini, Yesus juga berpuasa selama 40 hari, dengan banyak sekali godaan. Kenapa Yesus mau melakukan hal itu? Karena Yesus mau hidup lebih dekat dengan Allah Bapa. Dia mau menekan kedagingan-Nya dan mengutamakan hidup rohani-Nya.

Tuhan tidak menuntut kita berpuasa seperti-Nya, Tuhan ingin saat kita berpuasa, kita belajar menekan hal-hal jasmani dan fokus pada hal-hal yang rohani supaya iman kita dapat terus bertumbuh. Tuhan memberkati kita semua. (MYF) 

Hasil gambar untuk fasting