Pilihan Tepat di Akhir Tahun

Hasil gambar untuk 2017 year end reflection

Renungan Sabtu 30 Desember 2017

Bacaan: 1Yoh. 2:12-17; Mzm. 96:7-8a,8b-9,10; Luk. 2:36-40

PILIHAN TEPAT DI AKHIR TAHUN

“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” (1 Yoh 2:15)

Mustahil mengasihi dunia dan Allah secara bersamaan. Karena dunia dan segala yang ada di dalamnya menggiring manusia menjauh dari Allah dan menentang segala kehendak dan rencana-Nya.

Di mana posisi kita saat ini? 

Ketika memasuki tahun 2017, ada suatu resolusi yang dibuat yaitu persekutuan yang semakin akrab dengan Tuhan dan melayani dengan kesungguhan hati.

Dalam proses perjalanan, hubungan dengan Tuhan mungkin menjadi sedikit hambar. Semua yang biasa dilakukan, menghadiri misa, doa pribadi, lectio divina, berkomunitas, pelayanan – tetap dilakukan – karena itu sudah menjadi kebiasaan dan gaya hidup. Namun, ketika direfleksikan dan dievaluasi di hari-hari akhir tahun 2017 ini, muncullah kesadaran bahwa relasi dengan Allah Bapa bukan lagi relasi cinta, melainkan untuk memenuhi kepuasan diri sendiri.

Motivasi awal tahun yang semata-mata hanya Allah Bapa, terkaburkan dan terseret tanpa sadar oleh ajaran prinsip dunia. Semua aktivitas itu tidak lagi dimotori oleh api cinta kepada Allah dan sesama, melainkan oleh api cinta diri.

Semoga dalam kerendahan hati kita dapat belajar dengan cerdas untuk tetap melakukan pilihan yang tepat yaitu mengasihi Allah dan bukan mengasihi dunia dengan segala yang ada di dalamnya.

Doa: Bapa, ampuni kami bila telah bergeser arah. Tuntun kami kembali pada keputusan semula untuk lebih bersekutu dengan-Mu dan melayani dalam kesungguhan hati. Demi Yesus Tuhan kami. Amin.

-ips-