Membawa Sukacita

Gambar terkait

Renungan Kamis 21 Desember 2017

Bacaan: Kid. 2:8-14 atau Zef. 3:14-18a; Mzm. 33:2-3,11-12,20-21; Luk. 1:39-45

MEMBAWA SUKACITA

Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus. (Luk 1:41)

Dalam masa Adven ke-3, bacaan Injil hari ini menampilkan dua tokoh sejarah karya penyelamatan yaitu Maria dan Elisabet, dua perempuan yang sama-sama penuh Roh Kudus, karena di dalam rahim mereka telah tumbuh berkembang ‘buah Roh Kudus’. Baik Maria maupun Elisabet mengandung karena Roh Kudus dan yang akan lahir atau keluar dari rahimnya adalah Manusia yang penuh dengan Roh Kudus pula.

Orang yang penuh Roh Kudus ketika bersuara atau bertindak akan terdengar nyaring serta nikmat didengarkan oleh sesamanya. Jika kita semua sungguh hidup dijiwai oleh Roh Kudus, maka perjumpaan atau pertemuan antar kita di mana pun dan kapan pun akan saling menggembirakan dan menyelamatkan.

Bunda Maria adalah teladan hidup umat beriman, hidupnya menjadi pelaku dan pelaksana kehendak Tuhan, membawa orang lain untuk merasakan kehadiran Tuhan melalui apa yang diperbuatnya. Maria dan Elisabet sepenuhnya terbuka untuk rencana Tuhan.

Dengan cara itu mereka menantikan kedatangan Mesias Sang Juru Selamat. Maria telah menunjukkan kepada kita secara jelas bagaimana caranya untuk menantikan Juru Selamat, yaitu terbuka untuk menerima rencana Allah dan terbuka untuk menyapa dan menolong sesama manusia.

  1. Apakah hidupku juga membawa sukacita bagi orang?
  2. Bagaimana cara kita  menantikan dan merayakan kelahiran Juru Selamat di masa Adven ini? Apakah hanya sebagai rutinitas saja?

Doa: Bapa, teladan dan kepekaan Bunda Maria sungguh mengagumkan. Kami mohon agar hidup kami pun boleh menjadi teladan bagi orang lain terutama dalam membawa kabar sukacita-Mu, sehingga nama-Mu semakin dipermuliakan dalam hidup kami. Amin.

Tuhan memberkati.

(IP)