Kuat, Penuh Hikmat dan Kasih Karunia

Hasil gambar untuk Luke 2:40

Renungan 31 Desember 2017, Pesta Keluarga Kudus – Yesus, Maria, Yusuf

Bacaan: Sir. 3:2-6,12-14; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Kol. 3:12-21; Luk. 2:22-40 atau Luk 2:22.39-40

KUAT, PENUH HIKMAT DAN KASIH KARUNIA

Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. (Luk 2:40)

Hari ini Gereja Katolik memperingati Pesta Keluarga Kudus, dengan mengambil teladan Keluarga Yosef, Maria, Yesus dari Nasaret. Bukan tanpa alasan yang mendasar mengapa keluarga Yosef, Maria, Yesus menjadi teladan bagi orang Katolik sebagai Keluarga Kudus, yang wajib diteladani sebagai sebuah keluarga yang berkenan di hadapan Allah dan mampu menghadirkan Allah di tengah umat manusia. Baik Yosef, Maria, maupun Yesus sejak awal mula dipilih adalah manusia yang benar, saleh, taat pada hukum Tuhan dan setia.

Maria ketika dipilih Tuhan untuk menjadi Bunda Yesus adalah seorang Perawan yang saleh. Maria menerima Kabar Gembira dari Tuhan yang disampaikan oleh Malaikat Gabriel dengan hati ikhlas, dan taat dengan mengatakan: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu itu.” (Luk 1:38).

Yosef pun adalah pria yang tulus hati dan taat kepada Allah. Ketika dia mengetahui bahwa Maria tunangannya telah mengandung sebelum mereka menikah, ia tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia berencana menceraikannya dengan diam-diam (Mat 1:19). Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksudnya itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya di dalam mimpi dan memintanya untuk mengambil Maria sebagai istrinya sebab Maria mengandung dari Roh Kudus (Mat 1:20).

Setelah kelahiran Yesus, Yosef dan Maria menaati hukum Taurat Musa dengan menyerahkan Yesus kepada Tuhan (Luk 2:23) dengan mempersembahkan korban dua ekor anak burung merpati (Luk 2:24). Yosef selalu mau mendengar apa yang Tuhan perintahkan kepadanya. Maka ketika Malaikat Tuhan datang kepadanya di dalam mimpi bahwa Raja Herodes sedang mencari-cari bayi Yesus untuk dibunuhnya, dan menyuruhnya untuk mengungsi ke Mesir, dia bangun malam itu juga dan membawa Maria serta bayi Yesus menyingkir ke Mesir (Mat 2:19-21).

Yosef dan Maria menyerahkan dirinya kepada kehendak Tuhan atas Yesus Putra yang telah dilahirkannya tumbuh dan berkembang sesuai kehendak dan rencana Allah meskipun mereka belum mengetahui rencana Allah terhadap Yesus (Luk 2:40).

Cukup jelas bagi kita bahwa keluarga Yosef adalah keluarga yang berkenan kepada Allah dan sungguh-sungguh menghadirkan Allah kepada seluruh umat manusia melalui kesalehan, ketaatan, ketulusan dan kesetiaannya kepada perintah Allah. Dalam masa pertumbuhannya pun Yesus mendapat ruang yang tepat untuk tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang direncanakan oleh Allah, sehingga Yesus tumbuh menjadi anak yang kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Refleksi:

  1. Sudahkah kita memiliki sifat-sifat utama seperti Maria dan Yosef? Istri terhadap suami atau pun suami terhadap istri?
  2. Apakah kita sudah demikian setia satu sama lain di dalam keluarga seperti yang Tuhan kehendaki seperti Maria yang menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel dan Yosef yang malam-malam harus membawa Maria dan bayi Yesus pergi ke Mesir tanpa ragu?
  3. Sudahkah kita menjadi ruang yang tepat bagi anak-anak kita untuk tumbuh dan berkembang seperti yang Tuhan kehendaki, sehingga anak-anak memiliki sifat-sifat utama seperti Yesus – kuat, penuh hikmat, dan penuh dengan kasih karunia Allah?

Doa: Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kesanggupan untuk meneladan Keluarga Kudus dari Nasaret. Kendati persoalan hidup sering membawa kami dalam perselisihan dan pertentangan, kadang membawa kami jatuh ke dalam dosa, sebab perkawinan yang kudus bukanlah tanpa persoalan. Mohon kekuatan untuk kami selalu bangkit lagi, memperbaiki diri dan relasi terhadap setiap anggota keluarga kami. Supaya keluarga kami dapat menjadi keluarga yang dapat menghadirkan Allah bagi sesama, hidup dalam kekudusan, selalu memperbaiki diri menuju kesempurnaan dan keutamaan hidup seturut kehendak-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin. (ANS)