Keputusan

Gambar terkait

Renungan Minggu 24 Desember 2017

Bacaan: 2Sam. 7:1-5,8b-12,14a,16; Mzm. 89:2-3,4-5,27,29; Rm. 16:25-27; Luk. 1:26-38
Sore : Yes. 62:1-5; Mzm. 89:4-5,16-17,27,29; Kis. 13:16-17,22-25; Mat. 1:1-25

KEPUTUSAN

Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk 1:38)

Keputusan itu sangat dekat dengan hidup kita. Keputusan yang bijaksana akan membawa kehidupan, sedangkan keputusan yang tidak bijaksana akan membawa kebinasaan. Maka sebelum membuat keputusan, kita harus mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya.

Bunda Maria tidak mengerti banyak apa arti Sabda Tuhan, karena ia memang sederhana dalam pemikiran, tetapi ia mempunyai kerendahan hati yang luar biasa hebat untuk mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah. Bunda Maria memiliki hati yang sangat menerima dan mengasihi Allah melebihi segala sesuatu, Bunda Maria taat melaksanakan Sabda Allah dan taat menjadi abdi Roh Kudus. Berarti ia hidup sesuai dengan kehendak Roh Kudus, dalam hidupnya selalu berusaha untuk mengikuti suara Roh Kudus yaitu suara yang mengarah pada semua kebaikan.

Maka waktu Tuhan menawarkan kepadanya tugas menjadi ibu seorang Mesias, hatinya berkecamuk dan mulutnya menjadi kelu menanggapi tawaran Tuhan melalui Malaikat-Nya, tetapi Maria sebagai hamba Tuhan membuat keputusan yang sangat bijaksana, meski dia harus menanggung konsekuensinya.

Hidup Maria mengalami titik balik 180 derajat. Hidupnya yang tenang itu tiba-tiba berubah total ketika ia dipercaya menjadi ibu Yesus. Ia harus menghadapi konsekuensi yang sangat berat. Di satu sisi ia sangat bahagia, tetapi di sisi lain ada pergumulan dan tekanan yang sangat berat dalam hidupnya. Maria sadar apa yang akan dihadapi. Dalam situasi demikian, Maria tetap percaya pada Tuhan, “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan-Mu.”

Kita diajak dan diundang untuk mencontoh hidup Bunda Maria, Maria selalu menyadari dirinya sebagai hamba Tuhan yang selalu melaksanakan kehendak Tuhan dan berusaha menyukakan hati Allah dalam hidup sehari- hari. Di sini kita belajar kepatuhan terhadap ketetapan dan rencana Allah atas hidup kita.

Memang hal ini tidak selalu mudah, namun dengan menyadari anugerah-Nya yang pasti menguatkan dan memampukan kita, kepatuhan adalah pilihan terbaik.

Biarlah ketetapan dan rencana-Nya dinyatakan atas diri kita, mendatangkan kegirangan bagi hati-Nya dan kesejahteraan bagi diri kita dan sesama. Walaupun tidak mengerti tetap percaya. Bunda Maria adalah seorang yang senantiasa terbuka akan karya Allah dan bimbingan Roh Kudus.

Keteladanan Bunda Maria yang dengan tulus hati menerima dan melaksanakan tugas panggilan dari Allah itu merupakan teladan yang baik bagi kita sekalian. Kita semua sebagai umat beriman diajak untuk menyadari, menerima, menjawab panggilan-Nya dan melaksanakan tugas perutusan kita  masing-masing dengan penuh sukacita. (LF)