Jati Diri Pelayan Yesus

Hasil gambar untuk john the baptist

Renungan Minggu 17 Desember 2017

Bacaan: Yes. 61:1-2a,10-11; MT Luk. 1:46-48,49-50,53-54; 1Tes. 5:16-24; Yoh. 1:6-8,19-28

JATI DIRI PELAYAN YESUS

Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: “Aku bukan Mesias.” (Yoh 1:20)

Pada Injil hari ini Yohanes memberikan kesaksian dirinya. Pemahaman akan jati diri membuat orang mengerti peran dan posisinya di hadapan orang lain. Yohanes Pembaptis menggenapi misinya sebagai pemberi kesaksian bagi Sang Firman, dengan terlebih dulu menyatakan di depan publik, jati dirinya yang berada di bawah otoritas Yesus.

Yohanes Pembaptis diutus Allah untuk memberi kesaksian mengenai terang (Yoh 1:6-8). Yohanes paham bahwa ia hanyalah saksi dan tugasnya adalah bersaksi. Ia sadar bahwa dirinya tidak lebih tinggi dari Pribadi yang mengisi kesaksiannya. Pelayanan Yohanes sebagai saksi begitu berpengaruh hingga ada orang-orang yang menjadi pengikutnya. Ini menggelisahkan para pemimpin agama Yahudi. Mereka menginvestigasi identitas dirinya (Yoh 1:19).

Yohanes jujur dan tidak berdusta ketika beberapa imam dan orang Lewi datang dan bertanya tentang siapa dirinya. Mereka bertanya kepada Yohanes karena menduga bahwa dialah Mesias yang dinanti-nantikan setelah mendengar tentang ajaran dan karyanya. Yohanes jujur kepada mereka dengan mengatakan, ”Aku bukan Mesias”. Ia sadar siapa dirinya dan apa yang menjadi tugas perutusanya.

Pemahaman dan kesadaran diri seperti yang dimiliki Yohanes, perlu dimiliki oleh orang yang melayani Yesus. Kita harus sadar bahwa tugas utama melayani adalah membawa orang untuk berjumpa secara pribadi dengan Yesus, seperti yang telah dilakukan oleh Yohanes Pembaptis, bukan mengikuti kehendak pribadi sang pelayan.

Yohanes memberikan teladan berharga dalam bersikap jujur. Dia tidak berdusta sekalipun ada kesempatan untuk itu. Bagaimana dengan kita? Berani dan bersediakan kita bersikap jujur?

Dalam masa Adven ke-3 ini marilah kita menyadari kembali tugas dan pelayanan masing-masing, seraya memperbaiki sikap hidup yang menyimpang dari tugas pelayanan kita. Kita harus berani bersikap jujur dalam pelayanan kita, sepeti yang telah diteladankan Yohanes Pembabtis.

Selamat berkarya.
Berkah Dalem.
VBP