Cara Tuhan Mendidik

Hasil gambar untuk my yoke is easy and my burden is light

Renungan Rabu 13 Desember 2017, Peringatan Wajib St. Lusia

Bacaan: Yes. 40:25-31; Mzm. 103:1-2,3-4,8,10; Mat. 11:28-30

CARA TUHAN MENDIDIK

“Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Mat 11:29-30)

Selamat pagi para sahabat.

Belajar adalah suatu proses untuk mempelajari sesuatu yang baru atau untuk menyempurnakan yang sebelumnya. Hari ini Tuhan Yesus ingin supaya kita belajar dari-Nya tentang:

1. Memakai kuk yang Tuhan pasang.
Kuk adalah lambang ketaatan dan kepemilikan. Kuk yang Tuhan pasangkan sendiri, artinya agar kita ini menjadi manusia-manusia yang taat kepada Tuhan dan sadar akan pemilik hidup kita. Seringkali saya melakukan “pemberontakan” kecil-kecilan kepada Tuhan, seperti keinginan untuk menyenangkan diri sendiri. Saat saya memberontak, awalnya merasa lega, puas dan sebagainya, namun seringkali saya menjadi kecewa sendiri karena mendapati diri saya tidak lagi bersama dengan Tuhan. Hal ini bukan hanya terjadi sekali saja tapi berulang kali.

2. Belajar kepada Tuhan yang lemah lembut dan rendah hati.
Tuhan adalah pemilik segalanya, bahkan Dia adalah pemilik hidup kita, namun tidak pernah sekalipun saya mendapati Tuhan itu melakukan hal-hal yang merendahkan diri saya. Suatu saat di dalam pelayanan, saya mengalami hal yang amat sangat luar biasa, banyak pujian ditujukan kepada saya. Langsung rasanya seperti melayang-layang di udara. Ingat terus betapa orang-orang mengatakan “Luar biasa pak, pelayanannya”. Namun di saat yang lain, saya pernah mengalami pengalaman pelayanan yang sangat buruk. Saat saya merasa sangat berhasil dan banyak mendapat pujian, Tuhan Yesus tidak menegur saya. Namun saat saya bersedih, merasa pelayanan saya sangat buruk, di situlah Tuhan menghibur saya. Tuhan ingatkan, bahwa yang saya wartakan adalah Dia. Kalau saya mewartakan dan umat tidak mau mendengarkan pewartaan (yang saya sebut sebagai “pelayanan yang buruk” tadi), maka Tuhan tidak kecewa terhadap saya. O, betapa lembah lembut dan murah hati-Nya.

3. Jiwamu akan mendapat ketenangan. Kuk yang Tuhan pasang itu enak dan beban-Nya pun ringan.
Ini adalah janji Tuhan bagi kita semua. Tuhan meminta kita datang kepada-Nya dan inilah yang Tuhan janjikan. Tuhan tidak pernah meletakkan beban pada pundak kita. Sebaliknya, Dialah yang berjalan bersama dengan kita dan beban hidup kita menjadi ringan. Beberapa hari yang lalu, saya diminta untuk menggantikan tugas pelayanan seseorang. Waktunya mendadak dan hanya ada beda dua hari. Dalam hati saya mengeluh juga, namun saya ingat bahwa yang saya lakukan ini untuk Tuhan. Maka, tidak ada jalan lain selain mengandalkan Roh Kudus sepenuhnya. Saya berdoa dan saya katakan “saya tidak mampu, Tuhan”. Pada waktu hari H pelayanan tersebut, saya mengalami sukacita yang luar biasa sejak dari bangun tidur, seolah tidak ada beban untuk melayani.

Sahabat terkasih, mari terima undangan Tuhan hari ini untukmu, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Semoga kita semua mendapat jawaban dan jalan keluar atas segala pergumulan kita. Tuhan Yesus memberkati. (BVJSW)