The Kingdom of God

Hasil gambar untuk Luke 17:21

Renungan Kamis 16 November 2017

Bacaan: Keb 7 :22-8:1 Mzm 119:89.90.91.130.135.175 Luk 17:20-25

THE KINGDOM OF GOD

Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah sudah ada di tengah-tengahmu. (Luk 17:21b)

Dalam Kitab Suci, banyak perumpamaan tentang Kerajaan Allah. Ada perumpamaan sebagai biji sesawi. Biji sesawi yang sangat kecil itu dapat tumbuh menjadi besar bahkan menjadi pohon, daunnya rindang, sehingga burung-burung dapat bersarang di cabang-cabangnya (Mat 13:32). Ayat yang lain mengatakan perumpamaan Kerajaan Allah seperti ragi, yang dapat mencampur tepung terigu tiga sukat sampai  khamir seluruhnya (Mat 13:33).

Ada pula cerita tentang perdebatan antara sebongkah tanah dan sebongkah emas untuk menggambarkan tentang Kerajaan Allah. Dalam perdebatan, si emas membanggakan dirinya sebab dia adalah logam mulia. Dia disanjung setiap manusia. Dia dipakai sebagai ukuran kekayaan dan keberhargaan manusia. Semakin banyak manusia memiliki emas, semakin terpandanglah dirinya di mata manusia lain. Emas menjadi tolok ukur posisi manusia di atas manusia yang lain. Sementara si tanah dihina sebagai barang yang tidak berharga. Warnanya hitam tidak menarik, diinjak-injak dan menjadi tempat pembuangan segala hal yang sudah tidak berguna.

Pada kenyataannya tanah memang  tidak semenarik emas dalam pandangan mata manusia. Tetapi apa yang dikerjakan oleh tanah tidak dapat ditandingi oleh emas. Malahan emas diambil dari dalam tanah.

Tanah adalah tempat segala biji dan tumbuhan hidup dan berkembang, sehingga dari dalam tanah muncul kehidupan baru. Tanah juga menjadi tempat makhluk hidup berpijak. Di atas tanah juga didirikan bangunan-bangunan.  

Tanah juga tempat pembuangan segala sesuatu yang tidak berguna, tetapi semua yang dibuang itu justru diproses oleh tanah sehingga menjadi barang yang berharga seperti logam mulia, mineral dan sebagainya. Sifat tanah menjadi lambang yang hal-hal baik, keberadaannya memberi manfaat dan berguna bagi kehidupan dan segala yang baik bersumber dari Allah. Sanggupkah kita menjadi berguna seperti tanah?

Kita perlu merenungkan semakin dalam tentang tanah dan manfaatnya bagi kehidupan, lalu menjadikannya sebagai inspirasi untuk terus bertumbuh di dalam hidup pribadi yang lebih baik sesuai Firman Allah. Kehidupan pribadi kita yang berubah, mempengaruhi orang-orang di sekitar kita, sehingga kehidupan orang lain pun mengalami perubahan, maka kita sedang membangun Kerajaan Allah. Inilah sebabnya Yesus bersabda bahwa Kerajaan Allah sesungguhnya ada di tengah-tengah kita.

Membangun Kerajaan Allah adalah perjuangan terus-menerus sepanjang hidup. Supaya kehidupan yang baik  itu tumbuh semakin hari semakin sempurna di dalam kebaikan, dan berkembang  sesuai Amanat Agung Allah (Mat 28:19-20). 

Tuhan memberkati. (ANS)