Modal Kerja Zaman Now

Renungan Rabu 22 November 2017

Bacaan: 2Mak. 7:1,20-31; Mzm. 17:1,5-6,8b,15; Luk. 19:11-28

MODAL KERJA ZAMAN NOW

Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. (Luk 19:20-22)

Perumpamaan tentang uang mina, dikatakan oleh Yesus ketika sudah mendekati Yerusalem dan dalam situasi politik yang sangat tidak baik. Saat itu bangsa Yahudi sedang diperintah oleh Raja Wangsa Herodes yang sangat kejam dan menyengsarakan mereka. Orang Yahudi sangat berharap agar Mesias bisa segera datang dan menyelamatkan mereka. Perjalanan yang sudah mendekati Yerusalem, dipercaya oleh bangsa Yahudi bahwa Mesias akan segera hadir menyelamatkan,  memerdekakan dan melepaskan segala derita yang dialami.

Namun pada zaman itu juga tersebar ajaran-ajaran palsu yang menyesatkan, yang memberikan harapan-harapan palsu kepada masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan pribadi para penyesat itu. Karenanya Yesus mengatakan bahwa Kerajaan Allah akan datang ketika Ia datang untuk kedua kalinya. Namun kapan Yesus datang untuk kedua kalinya? Tidak ada seorang pun yang tahu, bahkan para malaikat dan diri-Nya pun juga tidak tahu, karena Yesus masih harus menjalani fase sengsara,  disalib dan wafat; dan hanya Allah Bapa yang tahu.

Selanjutnya Yesus memberi perumpamaan tentang bangsawan yang akan bepergian keluar negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja dan selanjutnya ia akan kembali. Kepada para hambanya, agar mereka tetap bisa memperoleh penghasilan untuk hidup, maka ia memanggil sepuluh hamba dan masing-masing hamba diberi modal sebesar satu mina untuk berdagang dan hasil usaha bisa dipakai untuk hidup mereka. Ketika bangsawan itu kembali dan dinobatkan sebagai raja, ia memanggil hamba-hamba tersebut. Hamba pertama melaporkan bahwa modal satu mina telah menghasilkan sepuluh mina, hamba kedua melaporkan bahwa modal satu mina telah menghasilkan lima mina, dan kepada mereka dipuji dan diberikan sepuluh kota dan lima kota untuk dikuasai.

Berbeda dengan hamba yang ketiga, dia tidak mengusahakan satu mina dan menyimpannya dalam sapu tangan. Dia protes dan menganggap tuannya orang keras, mengambil apa yang tidak pernah ditaruh dan ditabur. Perilaku hamba yang ketiga ini kemungkinan dipengaruhi situasi politik yang tidak baik dan sifat raja dan para penguasa yang begitu kejam (baca 2 Makabe 7:1-31).

Bagaimana dengan Zaman Now, apakah Wangsa Raja Herodes itu masih ada?  Tentu masih ada, walau dalam rupa fisik mulai berkurang dengan adanya perjuangan Hak Asasi Manusia (HAM), namun di luar itu Herodes telah bermetaformose  dalam rupa cengkeraman ekonomi, pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dikuasai oleh herodes-herodes baru. Yang lemah, yang malang tetap tertindas dan terbuang oleh berbagai ketidakadilan sosial, politik, ekonomi, hukum dan lain lain.

Situasi seperti Zaman Now tidak terlalu berbeda dengan zaman Herodes, khususnya bagi orang yang lemah, yang  terpinggirkan dan yang terbuang. Pengharapan akan Mesias, kehadiran Yesus yang kedua kali menjadi harapan yang dinanti. Namun di tengah itu, juga hadir para penyesat dengan ajaran ajaran palsu seperti dulu.

Uang mina merupakan modal kerja, demikian juga dengan Yesus bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya diberi dengan berbagai karunia dan anugerah, dan talenta untuk dikembangkan dan dimanfaatkan dalam perjalanan kehidupan sampai masing-masing tiba di garis finish perjalanan hidupnya. Ketaatan dan kesetiaan, tetap berjaga menyongsong kedatangan Mesias mutlak diperlukan, seperti seorang ibu dan ketujuh anaknya yang rela mati daripada mengingkari dan menggadaikan imannya merupakan hal mulia dan harga mati (2 Makabe 7). Di samping itu, ketekunan, cerdik dan bekerja keras, tidak mudah mengeluh dan berputus asa, tidak mencari jalan pintas dan gampangan, belajar terus menerus, dll. adalah sisi sisi tugas manusia di dalam berjuang bersama Roh Kudus. Itulah MODAL KERJA SEJATI ZAMAN NOW.

Kids Zaman Now,  adalah istilah kaum muda generasi milenial dan generasi Z,  mereka yang lahir dan tumbuh di tengah perubahan besar zaman digital, ayo sadar dan bangkit karena kalau tidak berjaga-jaga bisa terperangkap dalam penjajahan model baru yang juga bisa membawa sengsara. Tuhan Allah tetap satu dan selamanya tetap Dia yang memberikan pengharapan dan kebahagiaan sejati dalam diri Yesus Kristus.

Demikianlah anak muda itu berpulang dengan tak bercela, hanya dengan penuh kepercayaan kepada Tuhan. Ibu itu mati paling akhir sesudah anak-anaknya. Mereka semua dalam pelukan hangat penuh cinta dengan sang kekasih di Surga.

FX. Santoso T.