Memberi Dengan Tulus dan Sukacita

Gambar terkait

Renungan Senin 27 November 2017, Penampakan Maria dari Medali Wasiat, Fransiskus-Antonius Pasani

Bacaan: Dan. 1:1-6,8-20; MT Dan. 3:52,53,54,55,56; Luk. 21:1-4

MEMBERI DENGAN TULUS DAN SUKACITA

“…tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia member seluruh nafkahnya” (Lukas 21:4b)

Yesus pada saat itu juga melihat banyak orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan (ayat 1). Berapa yang mereka masukkan, memang tidak dicatat secara jelas di dalam Alkitab. Justru Alkitab mencatat persembahan seorang janda miskin yang memasukkan uang sebesar dua peser ke dalam peti persembahan tersebut (ayat 2). Dalam kamus Alkitab, nilai dua peser ini dikatakan sama dengan satu duit, tetapi nilainya tidak diketahui, hanya dikatakan bahwa nilai tersebut sangat kecil.

Injil hari ini kembali mengingatkan saya beberapa waktu yang lalu, ketika ada seorang yang meminta bantuan kepada saya di mana hanya karena pengeluaran saya pada bulan tersebut sudah cukup banyak, dengan mudahnya saya menunda untuk memberi bantuan, padahal saat itu orang tersebut sangat membutuhkan. Puji Tuhan karena kasih karunia-Nya Roh Kudus menggerakkan hati saya untuk segera memberi bantuan kepadanya. Setelah saya memberi walaupun dengan terpaksa tetapi ada sukacita yang luar biasa saya alami. Contoh yang diberikan Tuhan Yesus mengenai seorang janda yang memberi dari kekurangannya, sungguh memberikan kesadaran bahwa hendaklah kita memberi dengan tulus hati dan sukacita, karena itulah yang berkenan kepada Allah.

Doa : Tuhan beri aku hati seperti hati-Mu yang penuh dengan belas kasihan dan peka akan kebutuhan sesamaku, serta aku mohon pertolongan rahmat-Mu agar aku berani bertindak dalam iman untuk memberi dengan tulus dan penuh sukacita. Amin.

SWW