Keselamatan Pada Rumah Ini

Hasil gambar untuk salvation come to this house

Renungan Selasa 21 November 2017

Bacaan: 2Mak. 6:18-31; Mzm. 4:2-3,4-5,6-7; Luk. 19:1-10

KESELAMATAN KEPADA RUMAH INI

Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. (Luk 19:9)

Saat  Zakheus mendengar bahwa Yesus memasuki dan melintasi Yerikho, ia berusaha  untuk melihat orang apakah Yesus itu, walaupun sudah berusaha ia tidak berhasil, karena  badannya pendek. Zakheus menyadari keterbatasannya. Tetapi melalui kecermatannya, ia mencari dan menemukan peluang yang ada dengan perhitungan yang tepat, bahwa kemungkinan besar, Yesus berjalan di bawah pohon yang ada di depan rombongan.

Dengan tanpa bimbang ia menunjukkan kerendahan hatinya di hadapan Allah, dinaikinya pohon itu. Usahanya memperoleh keberhasilan, di mana ia bisa melihat apa yang dirindukannya, yaitu Yesus. Bahkan Yesuslah yang mengetahui kerinduannya menyapa Zakheus terlebih dahulu, dan memberitahu bahwa Yesus hari itu juga,  harus menumpang di rumahnya. Berkat kerendahan hatinya, ia menerima berkat Allah dan alami hidup baru. Bahkan bukan Zakheus saja, tetapi  seisi rumahnya juga mendapat keselamatan, karena ternyata Zakheus sungguh mencari dan mencintai Allah, berarti ia pun anak Abraham.

Saya teringat akan pengalaman saya pertama kali ikut Retreat Awal di Ngadireso, saat itu, saya mau ikut retret bukan mau cari Tuhan, tetapi karena ingin melihat Romo Yohanes dan ingin mengalami didoakan oleh Beliau. Banyak yang mengatakan bahwa kalau didoakan oleh Romo Yohanes, orang bisa jatuh, menangis dan bermacam-macam kejadian, tetapi sesudah itu orang mengalami sukacita alami dari Tuhan. Singkat cerita, saya mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan dalam retret tersebut. Sejak kecil, memang saya suka berdoa melalui teladan Ibu dan Tante saya.  Saat saya masih di Sekolah Dasar, saya berlangganan buku tipis tentang riwayat Santa Santo. Buku tersebut terbit satu bulan sekali sehingga dalam hati kecil saya, saya rindu berjumpa dan mengalami Tuhan. Rupanya kerinduan itu terjawab, terpenuhi saat saya mengikuti Retret Awal di mana saya mengalami perubahan hidup, pola pikir, mirip seperti yang dialami Zakheus.

Yesus menjadi pusat hidup saya sejak saat itu. Bahkan kalau tidak membaca firman atau ke misa harian, terasa seperti ada yang kurang.  Sepertinya saya mengalami apa yang Yesus katakan pada Zakheus: “Hari ini terjadilah keselamatan atas rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Anak Manusia memang datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”

Saya mengalami pengalaman akan Yesus yang hidup, membawa orang tua saya mengalami kasih Allah juga di masa tua mereka. Bahkan ayah saya mau dibaptis juga menjelang akhir hidupnya. Sehingga dengan iman, saya tahu bahwa mereka boleh menikmati sukacita  Kerajaan Allah karena iman mereka pada Yesus.

Pada hari Peringatan Wajib Santa Perawan Maria dipersembahkan Allah ini, mengingatkan saya juga pada kerendahan hati dan ketaatan Perawan Maria pada Allah. “Aku ini hamba Tuhan,  terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”  Bunda Maria juga memperoleh kasih karunia di hadapan Allah dan mengandung  serta melahirkan Yesus sebagai juru selamat umat manusia.

Demikian juga dengan Eleazar yang rendah hati, menyerahkan, mempercayakan diri pada Kehendak Allah dan tidak mau menghianati Allah sampai mati, dan menjadi teladan keluhuran budi, peringatan kebajikan, tidak hanya bagi kaum muda, tetapi juga bagi kebanyakan orang dari bangsanya.

Doa: Bapa, ampunilah kami umat-Mu yang sering kurang rendah hati dan taat ini. Anugerahkanlah kepada kami dari kelimpahan kasih karunia-Mu, kerendahan hati ketaatan, kesetiaan agar kami mampu melakukan seperti yang diteladankan oleh Yesus Putra-Mu untuk memuliakan kerajaan-Mu. Bapa yang baik, mampukan kami mengenali pimpinan dan bimbingan Roh Kudus dan tambahkanlah iman kami. Amin. (JW)