Hidup Adalah Anugerah

Hasil gambar untuk istri yang cakap

Renungan Minggu 19 November 2017, Hari Minggu Biasa XXXIII

Bacaan: Ams. 31:10-13,19-20,30-31; Mzm. 128:1-2,3,4-5; 1Tes. 5:1-6; Mat. 25:14-30 (Mat. 25:14-15,19-21)

HIDUP ADALAH ANUGERAH

Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. (Ams 31:10)

Hidup ini adalah suatu anugerah dari Tuhan. Saya masih terus belajar dan belajar untuk bisa melakukan apa yang Tuhan mau, bukan hanya apa yang saya mau. Setelah saya masuk dalam pelayanan khusus tentang wanita, saya merasakan banyak hal yang masih harus saya pelajari untuk saya lakukan.

Bacaan pertama dari Kitab Amsal ini yang menjadi pergumulan saya selama beberapa tahun, apa yang Tuhan mau dari saya sebagai seorang istri dan seorang ibu. Memang saya senang mengajar karena latar belakang saya adalah seorang guru. Saya senang melayani baik sebagai pengajar atau sebagai pembicara/pewarta Sabda, dan saya pikir hal ini sudah benar bahwa saya melakukan pelayanan ke mana-mana untuk melakukan Amanat Agung, untuk menjalankan talenta yang dipercayakan Tuhan kepada saya, untuk perluasan Kerajaan Allah. Saya pikir saya juga sudah membantu pekerjaan suami saya, jadi saya pikir yang saya lakukan sudah benar.

Setelah waktu yang lama, saya diingatkan Tuhan lewat Amsal 31, dan saya menyadari bahwa sebagai istri sebaiknya saya tidak terlalu sering meninggalkan rumah, meninggalkan suami seorang diri, meskipun dia tidak protes ataupun melarang. Saya sadar dengan bertambahnya usia, saya harus lebih bijaksana. Maka saya mulai mengurangi jadwal pelayanan dan saya mengatur waktu untuk suami, anak dan untuk pelayanan.

Saya bersyukur karena bisa tetap melayani Tuhan dan sesama bersama suami yaitu dengan cara membuka rumah kami untuk umat stasi belajar pendalaman Kitab Suci, untuk persekutuan doa oikumene, untuk misa serta bersama suami mengurusi gereja setiap hari Minggu. Talenta yang Tuhan berikan kepada suami saya pun bisa dijalankan dengan baik.

Kami rindu agar hidup kami bisa menyenangkan Tuhan dan bisa menjadi berkat bagi sesama.

Doa: Tuhan Yesus, kami bersyukur atas talenta yang sudah dianugerahkan bagi kami. Mampukan kami untuk hidup sesuai kehendak-Mu sehingga kami bisa menyenangkan hati-Mu dan menjadi berkat bagi sesama kami. Terima kasih Tuhan. Amin. (MGND)