Cerdik Dalam Mewartakan

Renungan Jumat 10 November 2017

Bacaan: Rm. 15:14-21; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Luk. 16:1-8

CERDIK DALAM MEWARTAKAN KASIH TUHAN

Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. (Luk 16:8b)

Kemajuan teknologi dan modernisasi pada zaman ini membuat banyak orang terlena dan hanyut oleh arusnya. Sadar atau tidak, pola hidup dan cara berkomunikasi pun perlahan berubah. Kebiasaan pun mulai berubah.

Bangun tidur banyak dari kita yang segera mencari dan membuka smartphone. Sedikit yang bangun tidur segera berdoa bersyukur kepada Tuhan. Yang sebelumnya kita berkomunikasi dengan berkunjung, namun kini berjumpa secara langsung kalah keren dan kalah diminati daripada berjumpa melalui video call.

Tetapi sebagai anak-anak terang, hendaknya kita lebih cerdik dalam bersikap dan bertindak. Kita hendaknya peka dalam melihat situasi. Jika dalam satu hal teknologi mempengaruhi relasi kita dengan Allah, maka kita harus bisa melihat di sisi mana kita bisa membawa kemuliaan Allah melalui teknologi. Misalnya smartphone bukan hanya sebagai sebagai alat komunikasi saja, tetapi kita pakai sebagai sarana pewartaan kabar sukacita Tuhan. Di dalam grup kita bisa membagikan pengalaman iman kita. Di smartphone kita pasang aplikasi Injil, dengan harapan bisa membacanya setiap saat. Dalam hal ini banyak aplikasi yang bisa kita pakai untuk sarana pewartaan. Tetapi semua itu perlu kesadaran bahwa semua harus didukung sepenuhnya oleh relasi yang baik dengan Tuhan. Setiap pribadi harus memiliki relasi yang baik dengan Tuhan melalui doa pribadi. Seperti Yesus sendiri selalu mempunyai waktu menyendiri untuk berdoa kepada Bapa-Nya di surga. Relasi pribadi yang intim dengan Allah inilah yang memberi kekuatan kepada kita untuk bersikap cerdik dalam mewartakan kasih-Nya.

Marilah kita semakin membangun relasi kita dengan Allah supaya kita bisa menjadi pewarta yang cerdik untuk mewartakan sabda-Nya. Berkat Tuhan menyertai kita semua. (fxg)