Anak-Anak Allah

Hasil gambar untuk 1 John 3:1

Renungan Rabu 1 November 2017, Hari Raya Semua Orang Kudus

Bacaan: Why. 7:2-4,9-14; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; 1Yoh. 3:1-3; Mat. 5:1-12a

MENJADI ANAK-ANAK ALLAH

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. (1 Yoh 3:1)

Suatu ketika kami sekeluarga bertemu dengan teman kami yang sudah lama sekali tidak bertemu karena mereka pindah ke luar negeri. Mereka juga mengajak anak-anak mereka agar dapat berteman dengan anak-anak kami. Saat itu anak mereka yang paling bungsu yang usianya lebih muda dengan anak saya, memukul  anak saya.Spontan saya memperhatikan anak saya untuk melihat respon dia. Awalnya saya khawatir kalau dia membalas pukulan anak itu, tetapi tidak saya duga ternyata anak saya hanya tersenyum saja walaupun saya tahu dia kesakitan. Ketika sampai di rumah, saya bertanya mengapa respon dia berbeda dengan anak-anak pada umumnya, dia menjawab karena anak yang memukul dia masih kecil dan tidak tahu apa yang dia perbuat, dan dia bangga bisa belajar menjadi seperti Yesus. Dia juga mengatakan bahwa dia mau taat karena orang tuanya melayani Tuhan dan dia belajar meniru kami.

Menjadi anak-anak Tuhan haruslah menyucikan diri sama seperti Yesus yang menjadi gambaran Bapa yang adalah suci. Menjadi anak-anak Tuhan mengutamakan kehendak Tuhan, juga melakukan hal-hal seperti yang diajarkan Tuhan dalam khotbah di atas bukit, yang jelas tidak sesuai dengan ajaran dunia. Apakah kita sudah meneladani Yesus untuk menjadi anak-anak Allah? (THW)