Aku Adalah Bait Allah

1 Corinthians 3:16 Inspirational Image

Renungan Kamis 9 November 2017

Bacaan: Yeh. 47:1-2,8-9,12; Mzm. 46:2-3,5-6,8-9; 1Kor. 3:9b-11,16-17; Yoh. 2:13-22

AKU ADALAH BAIT ALLAH

Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? (1 Kor 3:16)

Yesus melalui firman-Nya mengajak kita untuk menghormati rumah ibadat sebagai Rumah Tuhan. Yesus mengingatkan kita bahwa Rumah Tuhan bukanlah tempat di mana kita mencari keuntungan pribadi, keuntungan finansial. Gereja bukanlah tempat untuk berdagang dan mencari uang. Hal seperti ini kadang dilupakan sehingga gereja sering menjadi tempat yang ramai dan kesuciannya kurang dihormati. Kadang kita menjumpai ada orang yang asyik berbicara menggunakan alat komunikasi, bahkan ada yang makan di dalam gereja. Selain itu cara kita bersikap, berpakaian, dan berperilaku haruslah sesuai dengan kekudusan tempat ibadat kita. Kita diajak untuk dapat membedakan mana gereja, pasar atau mall. Cara kita berpakaian, berperilaku menentukan sejauh mana kita menghormati Rumah Tuhan. Karena itu kita dipanggil untuk memperbaharui sikap, perilaku, sopan santun kita di dalam rumah ibadat.

Lebih jauh lagi Yesus mengatakan bahwa Bait Allah adalah tubuh-Nya sendiri. Yesus juga ingin mengajak orang- orang untuk menyadari bahwa mereka juga adalah bait Allah yang tidak boleh dikotori dengan nafsu uang dan kejahatan. Paulus juga menegaskan bahwa Allah tidak hanya tinggal dalam Bait Suci, tetapi berdiam juga dalam diri umat-Nya sebagai bait kudus (1 Kor 3:16). Artinya, Tuhan yang kudus telah memilih kita untuk tinggal di dalam diri kita yang seharusnya kita jaga kekudusannya. Tidak mungkin sesuatu yang kudus mau berada dalam tempat yang tidak kudus. Karena itu manusia adalah makhluk yang kudus dan mulia dan  karenanya harus menghargai diri dan sesamanya agar Allah tidak “sirna” dari tubuh kita.

Kita perlu menyadari dan mensyukuri kehadiran Allah agar diri kita bertumbuh subur dan berbuah kebaikan. Diri yang bertumbuh dan berbuah akan memberi kehidupan bagi orang lain. Setiap orang yang berjumpa dengan kita akan mengalami kelimpahan dan tertular kesuburan. Sebaliknya kalau kita kurang menyadari kehadiran Allah dalam diri dan membiarkan iblis yang berkuasa, maka tubuh kita akan dikotori kejahatan dan dosa. Kita harus senantiasa mempertahankan nilai- nilai kekudusan yang telah Tuhan tanamkan dalam bait-Nya yaitu diri kita. Apakah dengan tubuh kita ini, kita telah memancarkan kasih Tuhan, ketaatan dan kejujuran? Jadikanlah diri kita tempat kediaman Allah dan pembawa damai dan cinta Ilahi kepada setiap  orang  yang kita jumpai.

Tuhan memberkati kita semua.

LF