Keseimbangan

Hasil gambar untuk balancing

Renungan Minggu 22 Oktober 2017

Bacaan: Yes. 45:1,4-6; Mzm. 96:1,3,4-5,7-8,9-10ac; 1Tes. 1:1-5b; Mat. 22:15-21

KESEIMBANGAN

“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Mat 22:21b)   

Secara umum pengikut Kristus didorong untuk selain menjadi umat Allah yang baik, sekaligus menjadi warga negara yang baik pula. Menjalankan kewajiban sebagai orang beriman tanpa melalaikan kewajiban sebagai anggota masyarakat. 

Bacaan Injil hari ini secara tegas Tuhan Yesus mengajar bagaimana kita harus bersikap terhadap wewenang atau hak yang harus kita hormati. Kita harus memberikan kepada Allah segala hal yang berada di bawah wewenang Allah dan kepada pemerintah yang berada di bawah wewenang pemerintah.

Seringkali terjadi orang lebih memperhatikan kewajibannya sebagai warga negara dari pada sebagai umat Allah. Mengapa? Karena untuk setiap pelanggaran peraturan negara langsung diberi sanksi atau hukuman. Disebabkan takut akan hukuman, maka orang taat, misalnya melanggar peraturan lalu lintas dikenakan tilang, tidak membayar pajak dikenakan denda bahkan tidak dapat melakukan transaksi atas benda yang dikenai pajak tersebut dan peraturan-peraturan pemerintah lainnya.

Sedangkan melanggar perintah Allah, khususnya perintah gereja tidak berakibat hukuman langsung. Gereja tidak mempunyai hakim untuk mengadili orang yang terlambat datang ke misa, yang berbicara sendiri dan bermain handphone pada saat Romo memberikan homili; atau polisi dan  jaksa yang akan menuntut bila tidak menjalankan tugas liturgi maupun tidak memasukkan uang kolekte. Ketaatan kepada perintah Allah tidak mengakibatkan orang naik pangkat atau secara langsung mendapat penghargaan.

Sebagai orang beriman hendaknya kita yakini bahwa hak Allah adalah penghormatan tertinggi kepada-Nya. Tanpa ragu-ragu kita pun harus mengabdi kepada-Nya, memuji-Nya bersembah sujud, menyerahkan hidup ini kepada-Nya serta bersyukur pada setiap tarikan nafas kita, karena Dialah pemberi hidup.

Ketaatan kepada Tuhan akan mendapat ganjaran pada waktunya. Ganjaran Tuhan bersifat abadi. Oleh karena itu kita perlu menjadi pribadi-pribadi yang seimbang dalam menjalankan kewajiban kita sebagai warga negara dan sebagai warga Kerajaan Allah. Ketaatan kepada Allah dan kepada peraturan negara kita jalani secara bersamaan. Iman dan peraturan hukum harus berjalan bersama demi kemuliaan Tuhan.  

Doa: Ya Allah Tritunggal yang Maha Kudus, hanya kepada-Mulah kusampaikan penghormatan tertinggi, sebab Engkaulah pencipta segala sesuatu. Berkatilah kiranya para pemimpin bangsa pejabat pemerintah kami agar dalam mengabdi kepada-Mu dan mereka lebih mementingkan kesejahteraan rakyat dari pada diri mereka sendiri. Amin. (LKME)