Kekuatan dari Tuhan

Image result for strength from Jesus

Renungan Minggu 15 Oktober 2017

Bacaan: Yes. 25:6-10a; Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6; Flp. 4:12-14,19-20; Mat. 22:1-14

KEKUATAN DARI TUHAN

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Flp 4:13)

Pernah saya mendengar bahwa ada orang yang berkata; “Jangan dekat-dekat Tuhan nanti banyak pencobaan!”

Setan memang luar bisa dalam memutarbalikkan fakta. Membuat orang menjadi takut mendekat kepada Tuhan padahal seharusnya orang mendekat pada Allah dan menjauhi iblis. Memang benar banyak yang terjadi dalam hidup kita bersama Tuhan di mana Tuhan mengizinkan banyak perkara terjadi dalam hidup. Tetapi semua dengan maksud yang baik. Tuhan tidak ingin kita menjadi anak-anak gampang yang manja supaya kita selamat.

Renungkan kalau kita membuat anak-anak kita menjadi manja, apa yang akan terjadi? Tentu kita tahu bahwa anak-anak kita akan mudah menyerah, tidak tahan banting dan kemungkinan akan susah hidupnya di kemudian hari.

Renungkan kalau Allah Bapa kita mendidik kita menjadi anak-anak manja, apa yang terjadi? Maka ketika terjadi penindasan dan penganiayaan akan iman kita maka kita akan murtad dan meninggalkan Tuhan sehingga kita pun akan kehilangan keselamatan yang sudah diberikan Tuhan. Tuhan tidak menginginkan hal ini terjadi pada kita anak-anak-Nya.

Mari kita melihat kembali kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Bukankah pada saat kita masuk dalam pencobaan kita selalu merasa kita tidak mampu, tidak tahan dan ingin agar segera keluar dari permasalahan tersebut. Tetapi setelah berpegang pada-Nya, tetap mengandalkan-Nya, kita tetap percaya, teguh dalam iman meskipun jatuh bangun, bukankah Tuhan memberi kita kekuatan untuk melewatinya, memberikan jalan keluar yang selalu membuat kita tidak bisa berkata-kata selain mengucapkan syukur. Kita anak-anak Tuhan akhirnya selalu berhasil melewatinya bersama Tuhan dan mengalami kemenangan dan sukacita.

Karena itu kita harus mengubah cara kita berpikir yang sering diputarbalikan oleh iblis. Terlebih dengan kata-kata di atas di mana “kalau ikut Tuhan banyak masalah, jadi jangan dekat-dekat sama Tuhan”. Kita harus berpikir bahwa yang mencobai dengan yang mengatasi pencobaan, mana yang lebih besar kuasanya? Tentu saja yang mengatasi pencobaan.

Percayalah Tuhan tahu cara mendidik kita anak-anak-Nya.

Doa: Tuhan Yesus, biarlah kami selalu dapat melihat penyertaan-Mu di dalam segala hal yang terjadi dalam hidup kami. Teguhkan dan tumbuhkan selalu iman kami, sebab kami percaya segala perkara dapat kami tanggung di dalam Kristus Yesus yang memberi kekuatan kepada kami. Amin.

VSH