Jadilah Pelaku Kehendak Bapa

Hasil gambar untuk matthew 21:28-32

Renungan Minggu 1 Oktober 2017

Bacaan: Yeh. 18:25-28; Mzm. 25:4bc-5,6-7,8-9; Flp. 2:1-11 (Flp. 2:1-5); Mat. 21:28-32

JADILAH PELAKU KEHENDAK BAPA

Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya. (Mat 21:32)

Perumpamaan ini mengacu kepada para Imam Agung yang tidak mengakui Yohanes Pembaptis sebagai utusan Allah. Yesus mengangkat contoh dengan menampilkan suatu kelompok yang bertolak belakang dengan para Imam itu dalam hal kesucian, pengetahuan tentang agama, tentang Hukum Taurat yaitu pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal. Menurut pandangan masyarakat itu, para Imam pastilah terjamin untuk masuk Kerajaan Allah, sedangkan para pendosa tidak mungkin menjadi bagian dalam Kerajaan Allah.

Dari perumpamaan ini kita mengalami suatu perubahan pola pikir dan pola pandang. Yesus memaparkan suatu wawasan baru bagi masyarakat masa itu bahwa apa yang dipikirkan manusia bukanlah apa yang dipikirkan Allah.

Anak sulung mengarahkan perhatian kita kepada orang-orang yang dipandang pantas masuk ke dalam Kerajaan Allah, sedangkan anak bungsu mengarahkan perhatian kita kepada orang-orang yang dipandang tidak pantas masuk ke dalam Kerajaan Allah. 

Mungkin saat ini Anda sedang dalam keadaan seperti anak sulung itu. Telah mengenal Tuhan dan pernah berkomitmen untuk setia melakukan kehendak-Nya. Namun karena peristiwa hidup yang mengecewakan, masalah yang belum terselesaikan, godaan-godaan pengaruh dunia (materialisme, hedonisme, individualisme), godaan keinginan yang tidak terkendali sehingga terjadi peralihan pusat hidup dari Tuhan ke ego sendiri, berada dalam situasi yang tidak mendukung pertumbuhan iman, maka kini Anda semakin menjauhkan diri dari Tuhan.

Pada hari ini, saat merenungkan Sabda Tuhan, segeralah mengambil keputusan untuk bertobat, sambutlah uluran tangan Tuhan Yesus dan perbaruilah penyerahan hidup kepada Tuhan.

Apabila saat ini Anda seperti si anak bungsu, menolak undangan Tuhan, pada hari ini juga bukalah pintu hati Anda dan serahkanlah seluruh hidup kepada Tuhan.

Mereka yang menyambut tawaran keselamatan-Nya dibebaskan dari dosa, sengsara, kekosongan batin dan kesepian. Dengan Kristus, kegembiraan itu secara tetap ditampilkan lagi. (Surat Anjuran Paus “Sukacita Injil” – Paus Fransiskus).

Pada awal Bulan Rosario ini, sebaiknya kita membuat keputusan meninggalkan semua yang menghambat komitmen untuk melakukan kehendak Allah Bapa, kemudian hidup melakukan keadilan dan kebenaran, tetap bersatu dengan saudara-saudara seiman sambil mewartakan berita keselamatan Tuhan Yesus Kristus yang kita alami.

Semoga kita tidak mengambil sikap seperti orang-orang yang tidak percaya kepada Yohanes Pembaptis yang diutus Allah untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias.

Semoga hati kita terbuka lebar bagi Sang Mesias yang menyelamatkan dan membebaskan kita dari kematian kekal.

Marilah kita berdoa seperti yang diajarkan oleh Paus Fransiskus :

Tuhan, saya telah membiarkan diri saya ditipu; dengan seribu cara saya telah menjauhkan diri dari cinta-Mu, namun ini saya sekali lagi mau memperbarui perjanjian saya dengan Engkau. Saya membutuhkan Engkau. Tuhan, selamatkanlah saya sekali lagi. Ambillah saya sekali lagi dalam pelukan penebusan-Mu”.

Selamat Hari Minggu.

Tuhan memberkati.

jn.