Jadikan Aku Alat-Mu

Gambar terkait

Renungan Senin 30 Oktober 2017

Bacaan: Rm. 8:12-17Mzm. 68:2,6-7ab,20-21Luk. 13:10-17

JADIKAN AKU ALAT-MU

Pada suatu hari Sabat Yesus mengajar dalam salah satu rumah ibadat. Di situ ada seorang wanita yang telah delapan belas tahun dirasuki roh. Ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat wanita itu dipanggillah dia. Lalu Yesus berkata, ”Hai Ibu, penyakitmu telah sembuh.” Kemudian wanita itu ditumpangi-Nya tangan, dan seketika itu juga ia berdiri tegak dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat itu gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Lalu ia berkata kepada orang banyak, “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.”

Sebagai seorang Kristiani kita semua mempunyai tugas untuk ikut memperluas kerajaan Allah, membawa setiap pribadi di sekitar kita yaitu keluarga, teman, sahabat, handai taulan untuk mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Kita adalah alat-alat pilihan-Nya untuk membawa kabar baik tentang kerajaan Allah. Namun seringkali melalui sikap hidup kita sehari-hari dalam keluarga, dalam lingkungan pekerjaan dan di mana pun kita beraktivitas, kita menjadi penghambat bahkan menjauhkan pribadi di sekitar kita yang baru mengenal Tuhan Yesus, atau bahkan yang belum mengenal Tuhan Yesus, untuk semakin tidak mengenal-Nya.

Mari saat ini kita merenungkan kembali apakah kita sudah menjadi alat-alat pilihan-Nya yang membawa semua orang dapat mengalami kasih Tuhan Yesus ataukah sebaliknya?

Apakah kita sudah memiliki relasi yang intim dengan Tuhan Yesus, sehingga di mana pun kita berada kita membawa dan mewartakan kasih Tuhan?

Doa: Tuhan Yesus terima kasih karena Engkau sudah memilih aku menjadi alat-Mu untuk memperluas kerajaan-Mu, ampunilah aku Tuhan kalau aku lalai menjadi alat-Mu, dan utuslah Roh Kudus untuk memenuhi hidupku agar aku dapat menjadi alat-Mu yang berkenan kepada-Mu. Amin. (CTS)