Hamba Yang Berjaga-jaga

Hasil gambar untuk rome 5:20

Renungan Selasa 24 Oktober 2017

Bacaan: Rm. 5:12,15b,17-19,20b-21; Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17; Luk. 12:35-38

HAMBA YANG BERJAGA-JAGA

Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (Rm 5:20-21)

Sahabat SEP/KEP terkasih.
Zaman sekarang adalah zaman media sosial, orang lebih suka hidup dalam dunia maya daripada dunia nyata. Perpecahan dan konflik pun kerap terjadi karena media sosial. Seseorang memasang artikel lalu mendapat kritikan tajam dari yang lain, menjadi tersinggung lalu meninggalkan group. Godaan membandingkan diri yang berakibat iri hati dan konflik pun semakin merajalela.

Gejala narsistik (mengagumi diri sendiri) semakin menguasai pengguna media sosial aktif. Mereka memasang status mendapat penghargaan berupa “like” yang bisa melepas hormon endorphin (kepuasan). Anak-anak muda yang mencari perhatian, istilahnya “DM me” atau direct message me. Mereka mengharapkan penilaian dari kawan-kawannya dan pasti senang jika dikatakan yang bagus-bagus mengenai dirinya. Lama-lama orang ditarik untuk mencari kepuasan lewat media sosial. Tambahan lagi berita mengenai ujaran kebencian yang sekarang menjadi topik utama koran dan televisi. Seorang psikolog mengatakan bahwa perbaruan status seseorang dapat menjadi sarana pencetus stres orang lain.

Saudaraku seiman, banyak orang jatuh “sakit” dan kehidupan rohaninya makin kering semenjak menjadikan media sosial sebagai berhala dalam hidupnya. Seorang romo dalam khotbahnya mengatakan bahwa di saat seorang anak jatuh sakit maka orang tuanya ribut mencari obat, dokter dan usaha segala macam, demikian juga saat anak Tuhan sakit maka Bapa di surga juga ribut, tidak tinggal diam tapi semakin mencurahkan rahmat-Nya, kasih karunia-Nya demi satu dombanya yang hilang dapat pulang kembali (Rm 5:20)

Sebagai hamba yang melayani Tuhan, bagaimana sikap kita dalam menghadapi tantangan di zaman media sosial ini? Apakah kita mau menjadi hamba yang jahat, yang justru terlena dan tenggelam dalam menggunakan media sosial tersebut? Ataukah mau menjadi hamba yang benar yang selalu “berjaga-jaga”, berjaga dalam doa dan mendengarkan apa kehendak Tuhan, menggunakan setiap kesempatan untuk menarik orang-orang yang “sakit” agar kasih karunia Allah yang dicurahkan secara berlimpah ini mampu menarik mereka datang pada Yesus dan mereka menjadi sembuh?

Doa: Ya Allah Roh Kudus, lembutkan hati kami, kobarkan api Roh Kudus-Mu agar kami mau setia dan tekun berjaga melalui Lectio Devina. Sehingga kami dapat menjadi hamba yang benar dan dapat menjadi sarana dan alat bagi anak-anak-Mu yang terhilang. Amin. Tuhan memberkati. (PPT).