Berharganya Pembawa Kabar Baik

Hasil gambar untuk lukas 10:13-16

Renungan Jumat 06 Oktober 2017

Bacaan:   Bar. 1:15-22Mzm. 79:1-2,3-5,8-9Luk. 10:13-16

BERHARGANYA  PEMBAWA  KABAR  BAIK

Shalom sahabat-sahabat SEP dan KEP.

Bacaan liturgi gereja hari ini mengungkapkan, bahwa di luar Tuhan, hanya ada kebinasaan.

Injil hari ini, Yesus memberikan pernyataan yang sangat keras kepada orang-orang yang ada di kota Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Kehidupan semacam ini juga ada di sekitar kita.

Secara umum dapat kita lihat, bahwa setiap orang di dalam menjalani hidup, tentu memiliki tujuan yang ingin digapai. Yang sekolah, dengan harapan dapat lulus. Yang belajar, dengan tujuan jadi orang pandai. Yang menikah, dengan harapan memiliki rumah tangga bahagia. Yang bekerja, dengan harapan mempunyai penghasilan yang mampu menutupi segala kebutuhan dalam hidup.

Di dalam menjalani ini semua, sering terjadi hal-hal yang tidak terduga, hal-hal yang tidak  menyenangkan, hal-hal yang tidak mengenakkan. Menimbulkan kekhawatiran, ketakutan, kejengkelan ataupun kemarahan dan bahkan berakhir dengan saling menyakiti satu terhadap yang lain.

Mengapa? Karena semua berpusat pada dirinya sendiri, harapannya sendiri, bahkan ada yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Inilah gambaran manusia yang dikuasai oleh dosa, egois, sehingga tidak menemukan kebahagiaan yang sempurna. Frustrasi dengan hidupnya. Mereka sedang menuju kepada kebinasaan kekal tanpa menyadarinya.

Di sini berharganya peran pembawa Kabar Baik. Membawa satu pengharapan.

#  Doa-doa di bacaan pertama maupun Mazmur hari ini, mengungkapkan pentingnya kehadiran si pembawa Kabar Baik yang menyampaikan Firman Tuhan, sehingga menyadarkan kembali orang-orang Yahudi akan pertolongan dan mukjizat yang senantiasa Allah berikan kepada generasi-generasi yang sebelum mereka.
#  Kehadiran si pembawa Kabar Baik menyadarkan mereka, bahwa mereka semua sering hidup di dalam ketidak-taatan kepada Allah seperti yang juga pernah dilakukan oleh nenek moyang mereka.
#  Kehadiran si pembawa Kabar Baik menyadarkan mereka untuk berani mengakui keberdosaan mereka dan keberdosaan nenek moyang mereka serta minta belaskasih, rahmat pengampunan dan pertolongan Allah, sehingga mereka dapat mengalami kebahagiaan yang sempurna di dalam Tuhan.

Di sini berharganya peran pembawa Kabar Baik. Membawa satu pengharapan. Bahkan Tuhan Yesus telah memberikan suatu mandat kepada pembawa Kabar Baik sebagai wakil Kristus.

“…Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.”  (Luk 10:16).

#  Kehadiran si pembawa Kabar Baik bukan lagi berbicara atas namanya sendiri, tetapi atas nama Kristus yang diutus oleh Allah.
#  Kehadiran si pembawa Kabar Baik memberikan satu pengharapan, kesadaran bagi mereka yang mendengarkan, bahwa ada Allah yang peduli dengan kehidupan mereka, pergumulan hidup mereka dan siap mengulurkan tangan untuk membebaskan mereka.

Kesaksian Mother Teresa:

Kalau saya memungut seseorang yang lapar dari jalan, saya beri dia sepiring nasi, sepotong roti. Tetapi seseorang yang hatinya tertutup, yang merasa tidak dibutuhkan, tidak dikasihi, dalam ketakutan, seseorang yang telah dibuang dari masyarakat – kemiskinan spiritual seperti itu jauh lebih sulit untuk diatasi.

Pada suatu petang kami pergi keluar, dan memungut empat orang dari jalan dan salah satu dari mereka ada dalam kondisi yang sangat buruk. Saya memberitahu para suster, “Kalian merawat yang tiga, saya akan merawat orang itu yang kelihatan paling buruk.” Maka saya melakukan untuk dia segala sesuatu yang dapat dilakukan, dengan kasih tentunya. Saya taruh dia di tempat tidur dan ia memegang tangan saya sementara ia hanya mengatakan satu kata, “Terima kasih”, lalu ia meninggal.

Saya tidak bisa tidak, harus memeriksa hati nurani saya sendiri. Dan saya bertanya, “Apa yang akan saya katakan, seandainya saya menjadi dia?” dan jawaban saya sederhana sekali. Saya mungkin berusaha mencari sedikit perhatian untuk diriku sendiri. Mungkin saya berkata, ”Saya lapar, saya hampir mati, saya kedinginan, saya kesakitan, atau lainnya.” Tetapi ia memberi saya jauh lebih banyak, ia memberi saya ucapan syukur atas dasar kasih dan ia meninggal dengan senyum di wajahnya.

Lalu ada seorang laki -laki yang kami pungut dari selokan, sebagian badannya sudah dimakan ulat, dan setelah kami bawa dia ke rumah perawatan ia hanya berkata, “Saya telah hidup seperti hewan di jalan, tetapi saya akan mati seperti malaikat, dikasihi dan dipedulikan.”

Lalu, setelah kami selesai membuang semua ulat dari tubuhnya, yang ia katakan dengan senyum ialah, ”Ibu, saya akan pulang kepada Tuhan”, lalu ia meninggal.

Fisiknya mengalami kematian, tetapi rohnya telah berdamai dengan Allah.

Betapa berharganya Kabar Baik yang disampaikan lewat perkataan dan perbuatan, sehingga seseorang dapat berdamai dengan Allah. Betapa berharganya kedatangan pembawa Kabar Baik.

Di sekitar kita ada banyak orang yang frustrasi dengan hidupnya.

Maukah setiap Anda menjadi pembawa Kabar Baik bagi mereka? 

Betapa berharganya pembawa Kabar Baik di hadapan Allah maupun di hadapan sesama.

Doa: “Allah Roh Kudus, pimpinlah hidupku sehingga berkenan kepada Bapa di Surga. Jadikan aku pembawa Kabar Baik kepada setiap orang yang kujumpai, sehingga Kerajaan Allah dan kehendak Allah terjadi di dalam hidup setiap mereka. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.” (HLTW