Berbuat Kecil Namun Berbuah Banyak

Hasil gambar untuk Luke 13:18-21

Renungan Selasa 31 Oktober 2017

Bacaan: Rm. 8:18-25; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Luk. 13:18-21

BERBUAT KECIL NAMUN BERBUAH BANYAK

Maka kata Yesus: “Seumpama apakah hal Kerajaan Allah dan dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Ia seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya; biji itu tumbuh dan menjadi pohon dan burung-burung di udara bersarang pada cabang-cabangnya.” Dan Ia berkata lagi: “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Ia seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.” (Luk 13:18-21)

Salam sejahtera saudara-saudara yang terkasih dalam Kristus. Bacaan Injil hari ini walaupun singkat namun hendak berbicara banyak tentang kehidupan kita. Pada hari ini, Tuhan menceritakan tentang perumpamaan Kerajaan Surga yang diumpamakan seperti pohon sesawi dan juga ragi yang dicampurkan dalam tepung. Jika dilihat di sini ada benang merah yang sama yakni Kerajaan Surga sendiri berbicara mengenai menjadi berkat dan memberikan dampak bagi orang-orang di sekitar kita.

Pohon sesawi sendiri berasal dari sebuah biji sesawi yang sangat kecil namun ketika bertumbuh, biji sesawi mampu menumbuhkan pohon yang besar dan lebat sehingga membuat banyak burung-burung bertengger. Dalam konteks kehidupan kita, hal ini berbicara mengenai iman kita terhadap Tuhan. Pada awal saat kita mengenal Tuhan, ibaratnya kita menumbuhkan biji sesawi tersebut dalam hidup kita. Ketika biji sesawi yang sudah ditanamkan ini kita tumbuhkan melalui pendengaran akan firman dan relasi yang dekat dengan Tuhan, iman yang kecil ini bertumbuh besar dan membuahkan buah Roh dalam hidup kita. Buah Roh yang kita hasilkan ini bisa dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita karena pusat hidup kita tidak pada diri sendiri namun untuk memuliakan Tuhan melalui mengasihi sesama. Cirinya kita sudah menjadi berkat adalah apakah orang-orang di sekitar kita sekarang ini senang akan kehadiran kita atau justru menjauhi kita?

Pada perumpamaan selanjutnya, Yesus menggambarkan Kerajaan Allah seperti ragi dalam adonan roti. Ragi adalah bagian yang tidak dominan namun memberikan dampak yang besar bagi adonan roti. Sama dengan halnya kita, Yesus menghendaki agar perbuatan kecil kita dengan sesama dapat berdampak besar. Tuhan tidak menuntut agar kita dapat menginjili setiap tetangga di sekitar kita, namun Tuhan menghendaki perbuatan kasih kita yang sederhana seperti saling bertegur sapa, mengucapkan terima kasih, menolong dengan sukacita, dan melayani dengan rela ini dapat kita lakukan sehingga membuat orang-orang di sekitar kita penasaran akan sumber sukacita yang kita miliki.

Saudara-saudara yang terkasih, semoga dengan bermodalkan iman yang bertumbuh kuat dapat membuat kita mampu melakukan hal-hal kecil kepada sesama kita dan musuh-musuh kita sehingga banyak orang bisa merasakan kasih Tuhan melalui kehadiran kita. Tuhan memberkati. (LTM)