Yesus Mengusir Setan

Renungan Selasa 5 September 2017

Bacaan: 1Tes. 5:1-6,9-11; Mzm. 27:1,4,13-14; Luk. 4:31-37

YESUS MENGUSIR SETAN

“Hai, Engkau Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, Engkaulah yang Kudus dari Allah” (Luk 4:34)

Di saat Yesus mengajar di rumah ibadat di Kapernaum, sebuah kota di Galilea pada hari Sabat, banyak orang merasa takjub dengan perkataan-Nya yang penuh kuasa. Saat itu di tempat Yesus mengajar ada seorang yang kerasukan setan, dia berteriak-teriak, “Hai Engkau Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Aku tahu siapa Engkau, Engkaulah yang Kudus dari Allah.” Yesus langsung menhardik dia dengan penuh wibawa, “Diam! Keluar dari padanya!” Mendengar perkataan yang penuh wibawa itu, setan langsung menghempaskan orang yang dirasukinya, dan keluar dari padanya.

Sahabat-sahabatku, setan memang mengenal Yesus dan tahu siapa Yesus itu, karena itu mereka tunduk dan takut kepada-Nya. Sebagai murid-murid Kristus kita diberi kuasa untuk mengusir setan dalam nama-Nya.

Beberapa tahun yang lalu anak tetangga saya yang saat itu masih duduk di bangku SMP, tiba-tiba dia berteriak dan berceloteh tidak karuan, ketika dia baru pulang dari bermain-main di kuburan, kuburan tempat dia bermain itu pada tahun 1965 adalah tempat pembantaian orang-orang PKI. Saat itu saya mendengar kegaduhan di tetangga, saya datang menjenguk untuk melihat apa yang terjadi. Saya melihat anak tersebut berteriak-teriak dan mengatakan bahwa dia adalah orang PKI yang lehernya hampir putus. Melihat kejadian itu saya ingat bahwa beberapa hari yang lalu saya baru membeli sebuah salib di gereja, dan sudah diberkati oleh Romo. Saya cepat-cepat balik ke rumah, saya ambil salib yang beberapa hari yang lalu saya pasang di ruang tamu. Ketika saya datang lagi ke rumah tetangga, saya tempelkan salib yang sudah diberkati oleh Romo itu ke dahi anak tersebut sambil berteriak, “Keluar kamu dalam nama Yesus!” Anak itu berteriak- teriak, “Panas, panas!” Lalu anak itu kejang-kejang dan tidak lama kemudian tertidur lebih kurang lima menit. Setelah bangun, ternyata anak tersebut sudah sadar. Kemudian saya mengajak ibunya dan anak tersebut berdoa.

Sahabat-sahabatku marilah kita senantiasa mengikuti bimbingan Yesus Kristus dalam kehidupan kita sehari-hari, agar kita tidak tenggelam dalam kesibukan duniawi, yang membuat kita putus komunikasi dengan Tuhan, dan tidak bisa merasakan kehadiran-Nya. Marilah kita senantiasa bersandar pada Yesus  dalam segala hal karena tanpa Dia kita tidak bisa berbuat apa-apa. Marilah kita senatiasa berjaga-jaga dan waspada, agar setan tidak mampu menjerumuskan kita pada jalan yang sesat, biarlah Tuhan Yesus yang membimbing setiap langkah kita, sehingga keselamatan selalu menyertai kita.
Amin. (TFK)

Image result for Luke 4:35