Yesus Lahir Untuk Semua Bangsa

Renungan Jumat 8 September 2017

Bacaan: Mi. 5:1-4a atau Rm. 8:28-30; Mzm. 13:6ab,6cd; Mat. 1:1-16,18-23

YESUS LAHIR UNTUK SEMUA BANGSA

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. (Mat 1:21)

Matius menulis Injil dengan mengawali kisah kelahiran Yesus. Injil Matius diperuntukkan bagi komunitas yang terdiri dari orang Kristen Yahudi dan orang Kristen bukan Yahudi. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan Allah diperuntukkan bagi semua orang. Karena ternyata sekarang ini masih banyak saudara-saudara kita yang non-Kristen beranggapan bahwa Injil diperuntukkan hanya untuk orang Yahudi saja. Di dalam diri-Nya, Yesus menggenapi semua nubuat dan janji Allah yang dulu disampaikan kepada orang Israel. Dengan wafat dan kebangkitan-Nya, Ia membuka jalan bagi keselamatan semua manusia di atas bumi ini. Dan jalan keselamatan ini pertama-tama diwartakan-Nya kepada orang Yahudi.

Kita bisa belajar dari silsilah ini bahwa Yesus adalah Putra Daud, Raja dan Mesias, yang merupakan gambaran semua harapan orang Yahudi. Yusuf satu-satunya orang lain dalam Perjanjian Baru yang juga disebut anak Daud, meneruskan sebutan ini kepada Yesus. Dengan demikian menurut kebiasaan Yahudi, Yusuf adalah bapa dari Yesus.

Dari daftar silsilah itu juga disebutkan bahwa Yesus adalah Putra Abraham. Hal ini berarti bahwa orang bukan Yahudi juga menerima keselamatan karena Allah sudah berjanji kepada Abraham bahwa semua bangsa akan diberkati melalui keturunannya.

Yesus itu sungguh Tuhan yang lahir ke dunia sebagai manusia biasa. Dari silsilahnya juga tampak bahwa Ia telah lahir dari leluhur yang tidak sempurna dan orang-orang kecil. Kehadiran Yesus melalui mereka merupakan bukti bahwa Allah menghargai semua manusia. Siapa pun dia, Allah sungguh bersolider dengan situasi kita umat-Nya. Maka itu kita wajib menghargai kelebihan dan kekurangan sesama karena Allah bekerja dalam diri kita yang mengasihi-Nya.

Doa: Bapa, utuslah Roh Kudus-Mu untuk menerangi pikiranku dan mengobarkan hatiku. Tolonglah aku semakin mengenal dan mengasihi Yesus ketika aku membaca Injil ini. Amin.

Tuhan memberkati. (EH)