Sudahkah Bertemu Yesus?

Renungan Kamis 28 September 2017

Bacaan: Hag. 1:1-8; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Luk. 9:7-9

SUDAHKAH BERTEMU YESUS?

Tetapi Herodes berkata: “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. (Luk 9:9)

Banyak sekali orang yang ingin bertemu Yesus, termasuk  Herodes. Namun keinginan Herodes untuk bertemu Yesus tidak diikuti oleh kehendak baik seperti kebanyakan orang yang ingin bertemu Yesus untuk menjadi murid-Nya, meneladani-Nya dan menerima-Nya sebagai Mesias.

Herodes hanya ingin bertemu Yesus karena ada banyak orang yang membicarakan nama Yesus. Herodes cemas khawatir kalau Yesus mampu merebut kekuasaannya terhadap rakyat.

Yesus tidak ingin bertemu Herodes, karena Herodes tidak sedang mencari kebenaran dalam diri Yesus, ia hanya sekedar ingin bertemu untuk kepentingan dirinya sendiri, di mana Herodes cemas seperti banyak dibicarakan orang apakah Yesus adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit, Elia yang muncul kembali atau nabi yang telah bangkit.

Walaupun akhirnya Herodes dapat bertemu dengan Yesus (Luk 23:8-12), namun perjumpaan Herodes dengan Yesus tidak membawa perubahan yang baik di dalam diri Herodes, melainkan ia menghina dan mengolok-olok Yesus.

Betapa jauh perbedaan antara Yesus dan Herodes, di mana Herodes menggenggam kekuasaan untuk menguasai rakyat bagi kepentingan dirinya sendiri, menjajah rakyat dengan pajak dan aturan-aturan yang memberatkan, bahkan ia tidak segan-segan menghukum dan membunuh mereka yang dianggapnya bersalah atau tidak disukainya.

Sedangkan Yesus memiliki kuasa untuk membebaskan, Ia suka menghidupkan yang telah mati (fisik, psikis, rohani), Ia datang untuk memberikan hidup, damai sukacita, keselamatan bagi mereka yang berada dalam kuasa kasih-Nya.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga memiliki kerinduan untuk berjumpa dengan Yesus dalam iman, harapan dan kasih? Atau kita hanya sekedar ingin bertemu Yesus hanya untuk mendapat berkat-Nya, mengabaikan Yesus, bahkan menghina dan mengolok-olok Yesus dengan perbuatan dosa kita?

Hidup ini harus mempunyai hasrat yang besar untuk dapat berjumpa dengan Yesus dalam kejujuran, kebaikan hati, disiplin dalam doa dan perbuatan kasih, seperti yang telah dilakukan oleh para Santo dan Santa. Jangan seperti Herodes yang hanya ingin bertemu Yesus, sekedar ingin tahu, bahkan untuk menghina dan mengolok- olok Yesus. Orang yang seperti ini besarlah dosanya.

Yesus hadir untuk kita, Dia memanggil kita untuk hidup dalam dekapan kasih-Nya. Yesus ingin kita menanggapi panggilan-Nya untuk menjadi setia dalam iman yang taat sampai mati. Yesus ingin kita menjadi pelaku firman bukan sekedar pendengar firman.

Jangan terjebak dalam kuasa duniawi seperti dikatakan dalam Pengkotbah 1:2-3, “Kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari”.

Apalah artinya semua kekayaan, ilmu, kesehatan, kebijaksanaan, kalau tidak memiliki Yesus dalam hidup ini, sebab hidup ini tidak kekal. Carilah kerajaan Allah dalam kekekalan surgawi. Jangan terjebak dalam mental materialistis, mental bisnis (pedoman hidup untung rugi), hedonisme, masturbasi relijius. Teruslah berjuang untuk bertemu Yesus dalam iman, doa, firman, ekaristi, persekutuan, retret, dan dalam kasih-Nya yang menyelamatkan.

Selamat berjuang, Tuhan Yesus memberkati. (IGP)