Sebuah Panggilan

Image result for menebarkan jala

Renungan Kamis 7 September 2017

Bacaan: Kol. 1:9-14; Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 5:1-11

SEBUAH PANGGILAN

Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (Luk 5:5)

Petrus menebarkan jalanya karena disuruh oleh Yesus, meskipun telah semalaman ia tidak mendapatkan apa-apa. Setelah menangkap sejumlah besar ikan sehingga jalanya koyak, barulah Petrus menyadari bahwa hanya orang yang luar biasalah yang dapat memperoleh ikan di tempat yang bagi seorang nelayan tidak ada apa-apanya. Karena keterbukaan dan ketaatannya pada Yesus, Simon pun mendapat apa yang dirindukan bahkan secara berlimpah ruah, sehingga ia tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini orang berdosa.” Kekuatan Ilahi Kristus diperlihatkan kepada Simon Petrus karena ia terbuka dan taat melakukan apa yang kelihatannya mustahil dari penjala ikan menjadi penjala manusia.

Tuhan Yesus juga mengajak kita untuk menebarkan jala dan bertolak ke tempat yang lebih dalam. Pengikut Yesus harus bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah dan mampu menghasilkan buah dalam pekerjaan yang baik. Kita semua dipanggil Yesus untuk memberi makna Ilahi pada yang kita lakukan sehari-hari sehingga menjadi sarana yang membebaskan manusia dan mengantar orang kepada kebahagiaan abadi. Untuk itu kita harus berani meninggalkan kelekatan kita pada dunia dan pada diri sendiri. Kita juga dipanggil untuk meninggalkan status quo hidup untuk melangkah ke hidup yang lebih mendalam maknanya yaitu menjadi nelayan penjala manusia untuk kebahagiaan sejati dalam Kerajaan Allah. Seperti halnya yang terjadi pada Petrus, kadang-kadang Tuhan juga meminta kita untuk melakukan tugas yang kelihatannya mustahil dan tidak berguna, misalnya berbuat baik kepada orang yang egois, mendoakan orang yang berdosa, atau hal-hal lain yang menurut kita tidak perlu kita lakukan.

Doa: Tuhan Yesus bimbing kami dalam melakukan pekerjaan kami sehari-hari supaya menghasilkan buah kebaikan, sukacita dan damai sejahtera sehingga orang lain pun semakin mendekatkan dirinya kepada Allah. Amin. (LKME)