Rendah Hati dan Iman adalah Mukjizat

Image result for humility faith

Renungan Senin 18 September 2017

Bacaan: 1Tim. 2:1-8; Mzm. 28:2,7,8-9; Luk. 7:1-10

RENDAH HATI DAN IMAN ADALAH MUKJIZAT

Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” (Luk 7:6-7)

Dalam bacaan Injil hari ini, kita belajar pada perwira romawi yang rendah hati dan beriman penuh pada Tuhan Yesus. Begitu tahu hambanya sedang sakit perwira Romawi ini pun menunjukkan perhatiannya dan berusaha mencari jalan untuk kesembuhannya. Ketika mendengar bahwa Tuhan Yesus berada di Kapernaum perwira itu menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi untuk memberitahukan hal itu kepada Tuhan dan meminta-Nya datang menyembuhkan hambanya itu. Yesus pun menyatakan kesediaan-Nya. Tetapi perwira itu menganggap diri tidak layak dikunjungi oleh-Nya: “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu.” (Lukas 7:6-7a). Pernyataan ini menunjukkan bahwa perwira itu memiliki kerendahan hati, meskipun sebenarnya ia adalah orang yang berpangkat atau terpandang tapi ia tidak memegahkan diri. Secara rohani dia sungguh menyadari bahwa dirinya tidak layak di hadapan Tuhan Yesus.

Karena imannya yang begitu besar kepada Tuhan Yesus, ia hanya minta kepada-Nya: “Tetapi katakan sepatah kata saja maka hambaku akan sembuh.” (Luk7:7b) dan hambanya pun sembuh. Iman perwira Romawi itu melampaui iman yang ada di kalangan orang-orang Yahudi sendiri. Iman yang seperti inilah yang diharapkan terjadi dalam diri murid-murid Yesus.

Bagaimana dengan kita? 
Tuhan Yesus tambahkanlah selalu imanku, agar aku sanggup menyerahkan hidupku secara penuh kepada-Mu. Amin.

Selamat berkarya.
Berkah Dalem. (VBP)