Pelita Tuhan

Hasil gambar untuk luke 8:16

Renungan Senin 25 September 2017

Bacaan: Ezr. 1:1-6; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Luk. 8:16-18

PELITA TUHAN

Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. (Luk 8:16)

Bayangkan dalam hening, kegelapan yang menyelimuti sekitar. Kita datang membawa sebuah pelita menyala dan menggantungkannya di langit-langit ruangan tempat kita berada. Semua kegelapan itu berangsur hilang dan semuanya menjadi terang. Demikian halnya dengan hidup kita, berkat rahmat pembaptisan, kita dipanggil untuk menjadi terang dan harus selalu berusaha mewartakan Kabar Gembira tentang keselamatan ini bagi banyak orang.

Injil hari ini mengajak kita untuk menjadi pelita yang berkualitas dan tahan uji. Hal itu hanya mungkin bila kita selalu dekat dengan Tuhan. Kualitas hidup apa pun yang kita miliki, kita haruslah mengungkapkannya kepada sesama. Kualitas hidup tidak perlu disembunyikan tetapi ditunjukkan kepada sesama lewat perkataan dan perbuatan kita. Pola hidup kita harus membawa orang kepada perjumpaan dengan Allah. Tingkah laku kita harus menerangi orang untuk menghayati imannya dengan lebih baik. Dengan begitu, kita telah menjadi pelita Tuhan untuk sesama sehingga mereka mampu melihat dan mengalami Tuhan di dalam kehidupan mereka.

Saat ini salah satu anak saya sakit, namun saya dan keluarga tetap bersyukur dan bersuka cita. Kami melakukannya karena kami ingin setiap orang di sekitar kami boleh terberkati dengan sukacita yang kami pancarkan, dari terang yang kami pancarkan.

Jadi mewartakan Kerajaan Allah bukan hanya perintah dari Allah sendiri, melainkan juga memberikan kebahagiaan dan terang bagi banyak orang yang mendengarnya. Terlalu disayangkan apabila kita hanya duduk diam atau menyembunyikan terang Tuhan tersebut. Marilah kita menjadi pribadi-pribadi yang selalu mau membagikan kebahagiaan bagi setiap orang karena kita adalah pelita Tuhan di tengah dunia yang penuh kegelapan ini. Marilah kita semua berkarya dalam Tuhan dan memberikan kontribusi positif pada dunia dengan cara menghadirkan kebaikan dan kasih kepada sesama kita, baik dalam suka maupun dalam duka. Tuhan memberkati. (LF)