Orang Rindu Mengalami Perubahan

Image result for rooted in jesus

Renungan Selasa 12 September 2017

Bacaan: Kol. 2:6-15; Mzm. 145:1-2,8-9,10-11; Luk. 6:12-19

ORANG RINDU MENGALAMI PERUBAHAN

Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. (Kol 2:6-8)

Ketika ada konser musik, para penonton berusaha untuk mendapat tempat di depan dengan harapan dapat melihat idolanya secara jelas dan bila mungkin dapat bersalaman.

Injil hari ini berbicara tentang beberapa hal yang membawa perubahan hidup murid-murid Yesus, dan masyarakat setempat.

Pertama, sebelum berkarya, Yesus berdoa semalam-malaman. Pelajaran yang bisa kita petik adalah dalam memutuskan segala sesuatu, kita tidak boleh mengikuti emosi sesaat. Kita bawa dalam doa, kita persembahkan apa yang Tuhan mau untuk kita lakukan seturut rencana dan rancangan-Nya.

Kedua, Yesus memilih murid-murid-Nya yang sederhana, tulus, rendah hati dan percaya kepada-Nya serta mau bekerja di bawah bimbingan-Nya untuk menjadi rasul. Bukan orang-orang yang mengandalkan kepandaiannya, yang hebat, dan bukan pula golongan profesional.

Kita pun dipilih Allah bukan dari kekuatan kita, dari kegagahan, atau dari kepandaian kita. Kita dipilih dari keterbatasan dan kelemahan kita, sebagai orang-orang pilihan, kita diberi tanda yaitu meterai kekal melalui Sakramen Baptis. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus mengatakan: Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. (2 Kor 12:9).

Tugas para rasul mewartakan kabar gembira karya keselamatan Tuhan Yesus bagi segenap umat manusia. Tugas ini tidak mudah, para rasul belajar terus menerus dalam bimbingan Roh Kudus hingga mereka berani bersaksi bahwa Yesus adalah Tuhan Sang Juru Selamat. Kita pun diberi tugas untuk melanjutkan karya para rasul sebagai saksi Kristus atas kebaikan dan keajaiban-Nya yang menyelamatkan. Hanya Yesus yang sanggup membebaskan umat manusia dari segala dosa. Dalam melakukan tugas perutusan ini, ada tantangan yang kita hadapi yaitu filsafat palsu dan roh-roh dunia (Kol 2:8). Namun kita tidak perlu khawatir dalam menghadapi hal-hal seperti itu. Paulus mengajak kita untuk tetap hidup di dalam Kristus, berakar di dalam Dia, dibangun di atas Dia, semakin teguh di dalam iman, dan selalu bersyukur dalam segala hal, serta hidup kudus (…dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa) (Kol 2:6-7, 11), tidak goyah, meningkatkan relasi dengan Tuhan Yesus untuk mendapat pencerahan dan mengalami kasih serta penyertaan-Nya, hingga kita dimampukan bersaksi kepada setiap orang yang mengalami letih lesu di dalam iman.

Ketiga, tanggapan penduduk Yudea, Yerusalem dan Pantai Tirus serta dari Sidon berkumpul untuk mendengarkan pengajaran Yesus yang penuh kuasa. Mereka haus dan rindu mengalami perubahan hidup yang selama ini belum pernah didapatkannya. Yesus Sang Guru yang penuh kasih membawa perubahan. Melalui ajaran-Nya, perbuatan-Nya hingga menyembuhkan mereka dari segala sakit penyakit, bahkan membebaskan mereka dari kuasa roh-roh jahat. Semula orang banyak hanya melihat, dan mendengarkan Yesus, ada jarak yang tidak bisa dijangkaunya. Namun mereka mengalami kasih Tuhan yang menyejukkan hatinya, maka dengan iman mereka berani mendekati-Nya dan berusaha menyentuh-NYa untuk mendapatkan kuasa dan urapan Illahi-Nya.

Bagi kita, sedalam manakah kita mendengarkan ajaran Tuhan Yesus dan melakukannya? Sejauh mana kita berusaha menyentuh hati Tuhan agar kita memahami kehendak-Nya?

Mari saudara, tidak ada kata terlambat selagi Tuhan masih memberi kesempatan, jangan sia-siakan waktu yang Tuhan berikan.

Doa: Tuhan Yesus, kami memuji dan mengagungkan nama-Mu. Engkau maha pengasih dan maha penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Mu. Engkau baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang Kau jadikan. Syukur dan terima kasih, Engkau telah memilih kami menjadi alat kepanjangan tangan-MU untuk melanjutkan karya para rasul dalam menyampaikan kabar gembira yaitu keselamatan bagi sesama kami. Amin.

Tuhan Yesus memberkati.
ECMW