Memancarkan Wajah Tuhan

Gambar terkait

Renungan Sabtu 30 September 2017

Bacaan: Za. 2:1-5,10-11a; MT Yer. 31:10,11-12ab,13; Luk. 9:43b-45

MEMANCARKAN WAJAH TUHAN

“Semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu” (Luk. 9:43b).

Saya baru saja melihat video di media sosial tentang betapa spesialnya hubungan ibu dan anak. Di mana anak-anak ini dipanggil dan ditutup matanya, kemudian diberikan sebuah tugas; untuk mencari ibu mereka di antara barisan wanita. Sungguh saya dibuat heran; ternyata sangat mudah bagi anak-anak ini untuk merasakan keberadaan ibunya yang benar dalam waktu singkat. Itulah uniknya karunia Tuhan, terutama bagi hubungan ibu dan anak. Bagi saya, video ini menunjukkan bahwa ‘cinta mengenal siapa yang dicintainya’. Sebab walaupun anak-anak ini tidak dapat melihat tapi mereka dapat merasakan, melalui sentuhan, usapan, cara membelai, sampai dengan hembusan nafas.

Bagaimana seorang anak kecil bisa menemukan ibunya kalau ia tidak mencintainya? Anak-anak ini setiap saat dari mulai membuka mata sampai dengan tidur kembali selalu didampingi oleh ibu yang begitu mengasihinya, begitu memperhatikannya, begitu menyayangi, bahkan tanpa pamrih mengasihi sepanjang usia. Pantaslah mencintai seseorang yang membuat heran dan takjub akan kasih yang begitu besar hadir dalam kehidupan mereka.

https://www.youtube.com/watch?v=L5laZUfyQeM

Hal ini sebenarnya sama bagi kita dalam berelasi dengan Kristus. Sadarkah bahwa bagaimana mungkin kita bisa bersandar -bahkan melekat- kepada-Nya kalau tidak mencintai-Nya?

Saat ini yang menjadi bahan permenungan kita adalah “Seberapa besar cinta kita pada Kristus?”
Sebagai manusia yang mencintai Sang Penciptanya, iman kita akan Kristus tidak terbatas pada rasa kagum dan heran saja, tetapi lebih mewujud dalam tindakan aktif sehari-hari. Maka untuk mewujudkannya seberapa besar cinta kepada-Nya, mari memberikan gambar Dia yang telah mengasihi pada perbuatan kita setiap hari melalui karya pelayanan. Seperti anak-anak yang memiliki sifat orang tuanya, demikian pula ekspresi cinta kita pada Kristus dengan memiliki pribadi-Nya yang kita pakai juga dalam pikiran, kata-kata, tindakan, dan perilaku kita setiap hari sehingga banyak orang lebih mudah memahami siapa Yesus itu melalui hidup dan karya kita.

Mari berharap semakin mencintai-Nya, karena semakin kita mencintai-Nya, semakin lebih baik kita memancarkan wajah-Nya.

Doa: Tuhan Yesus, mampukanlah aku untuk dapat memancarkan wajah-Mu dengan baik dalam sikap, tutur kata, dan tindakanku yang baik setiap hari. Amin. (MG)