Kasih Yang Melampui Segala Peraturan

Renungan Sabtu 9 September 2017

Bacaan: Kol. 1:21-23; Mzm. 54:3-4,6,8; Luk. 6:1-5

KASIH YANG MELAMPUI SEGALA PERATURAN

Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Luk 6:5)

Para murid Yesus sudah melanggar peraturan karena kelaparan maka mereka memetik gandum, membersihkan dan memakannya. Menurut peraturan hari Sabat, orang tidak diperbolehkan melakukan apa-apa selain beribadah. Sehingga orang Yahudi sudah mempersiapkan segala sesuatu termasuk mempersiapkan makanan, memasak dll. pada hari sebelumnya, sehingga pada hari Sabat mereka bisa benar-benar fokus beribadah.

Bagaimana bila kita dihadapkan dengan situasi melanggar peraturan karena sesuatu hal? Peraturan dan hukum memang harus ditegakkan dan barang siapa melanggarnya pasti dikenai sanksi, misalnya melanggar lalu lintas maka ada hukuman tilang. Tanpa peraturan maka lalu lintas menjadi kacau. Tetapi pada saat-saat tertentu misalnya seorang wanita yang hendak melahirkan naik becak dengan terpaksa harus melawan arus untuk menuju ke rumah sakit terdekat, dan itu menyebabkan lalu lintas menjadi kacau. Bagaimana sikap kita sebagai pak Polisi?

Di setiap komunitas bahkan di gereja juga ada peraturan baik yang secara lisan maupun tertulis semuanya dimaksudkan agar segala sesuatu berlangsung tertib dan tidak kacau. Di dalam keluarga pun ada aturan main yang dibuat oleh orang tua kepada anak. Sebagai individu kita pun punya prinsip-prinsip dalam hidup ini. Dan jika orang lain melanggarnya maka bisa terjadi konflik. Apalagi jika kedua belah pihak bersikeras dengan prinsipnya masing-masing. Maka konflik akan menjadi semakin tegang berkepanjangan dan dapat berakibat fatal.

Yesus mengajarkan bahwa Kasih harus melampaui segala peraturan. Kasih harus bisa melunakkan hati yang keras karena prinsip-prinsip hidupnya.

Refleksi: Renungkan prinsip-prinsip apa yang kaku dalam hidupmu yang menimbulkan ketegangan dalam hidup bersama orang lain. Apakah Anda mau mengizinkan Kasih Yesus mematahkannya? Apakah Anda mau mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan sendiri? (PPT)