Hatiku Percaya

Image result for John 19:27

Renungan Jumat 15 September 2017, Peringatan Wajib St. Perawan Maria Berdukacita

Bacaan: Ibr. 5: 7-9; Mzm 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16,20; Yoh. 19:25-27 atau Luk. 2:33-35

HATIKU PERCAYA

Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: “Ibu, inilah, anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya. (Yoh 19:25-27)

Waktu Yesus bergantung di salib, di dekat salib itu berdirilah ibu Yesus dan saudara ibu Yesus, Maria, istri Kleopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah Anakmu!” Kemudian kata-Nya kepada murid-Nya, “Inilah ibumu!” Dan sejak saat itu murid itu menerima ibu Yesus di dalam rumahnya.

Pada hari ini kita memperingati Santa Perawan Maria berdukacita. Setiap dukacita yang diterima oleh Bunda Maria selalu dihadapinya dengan kepercayaan sepenuhnya kepada Allah, Ia selalu menerima apa yang Allah kehendaki untuk terjadi dalam hidup Bunda Maria. “Jadilah padaku menurut kehendak-Mu.” kata-kata yang menyerahkan segala-galanya pada kehendak Allah, kata-kata yang percaya bahwa kehendak Allahlah yang paling sempurna.

Marilah saat ini kita meneliti hati kita, apakah kita mampu tetap percaya kepada rencana Allah dalam kehidupan kita, sehingga apa pun yang saat ini kita alami kita tetap setia dan tekun mengikuti Tuhan Yesus seperti yang telah dilakukan oleh Bunda Maria?

Apakah kita sanggup mengatakan, “Saat ku tak melihat jalan-Mu, saat ku tak mengerti rencana-Mu, namun tetap kupegang janji-Mu, pengharapanku hanya pada-Mu, hatiku percaya, selalu kupercaya.”

Bagaimana agar kita dapat menjadi pribadi yang percaya seperti teladan Bunda Maria, maka kita harus hidup berakar kepada Tuhan Yesus, yang dapat kita bina melalui membaca firman, berdoa, bersekutu dan berkomunitas.

Dan melalui Injil hari ini kita semua sebagai murid Tuhan Yesus diingatkan bahwa kita semua mempunyai ibu rohani yang luar biasa yaitu Bunda Maria, dan Bunda Maria juga selalu mendampingi kita untuk dapat menjadi pribadi yang percaya kepada rancangan Allah.

Doa: Bapa, ajar kami untuk selalu percaya dan menyadari bahwa Engkau rindu agar setiap anak-Mu mengalami hidup yang berkelimpahan, sehingga kami mampu bertahan dan setia ketika kami masih harus melewati ujian yang mendatangkan kebaikan bagi kami. Bunda Maria doakanlah kami dan bawalah kami selalu kepada Yesus. Amin. (CTS)