Fokus Pada Allah Bukan Berkat-Nya

Hasil gambar untuk matthew 20:16

Renungan Minggu 24 September 2017

Bacaan: Yes. 55:6-9; Mzm. 145:2-3,8-9,17-18; Flp. 1:20c-24,27a; Mat. 20:1-16a

FOKUS PADA ALLAH BUKAN BERKAT-NYA

Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. (Mat 20:14)

Kita semua tau bahwa Allah sangat baik dan sangat mengasihi kita manusia, Ia ingin kita hidup bahagia dan sejahtera. Namun yang sering kita lupa adalah ukuran bahagia dan sejahtera adalah ukuran yang Allah tetapkan, ukuran bahagia yang Allah rencanakan bukan seperti ukuran yang kita inginkan.

Pada bacaan pertama, kedua dan bacaan Injil hari ini. Bapa ingin kita semua fokus pada Allah semata yang seluruh rancangan-Nya itu adalah rancangan yang mendatangkan kebahagiaan meskipun kadang tidak kita mengerti. Hal ini adalah wajar karena siapa yang dapat mengerti pikiran Allah? Yang diciptakan tidak akan pernah mengerti pikiran Sang Pencipta-Nya apabila Ia tidak memberitahukannya.

Ada 3 ciri orang yang fokus pada Allah bukan pada berkat-Nya:

1. Menghargai Rencana Allah.

Orang yang fokus pada Allah otomatis menghargai segala rencana Allah. Dan bila menghadapi hal yang tidak sesuai keinginannya, ia akan selalu sadar bahwa Allah tetaplah menyertai-Nya dan rancangan-Nya tetaplah yang terbaik. Paulus dalam bacaan kedua menegaskan bahwa meskipun ia ingin bersama Allah tapi bila Allah ingin ia tetap tinggal di bumi, maka bagi dia berarti itu adalah rencana Allah yang terbaik.

2. Memegang Janji Allah

Orang yang fokus pada Allah juga akan memegang janji Allah, bukan untuk menagihnya tapi karena ia menghargai pribadi yang memberikan janji tersebut. Bacaan Injil memberikan contoh yang baik bahwa Allah tidak pernah lalai akan janji-Nya dan yang diharapkan pada kita adalah juga memegang akan janji Allah saja. Bila dijanjikan upah sedinar, maka wajar untuk mendapatkan sedinar juga. Yang merusak dan mengaburkan adalah daging (iri hati) dan dunia (materi dihitung berdasarkan hasil kerja saja, belas kasihan dan murah hati tidak pernah mendapatkan bagian). 

3. Mengucap Syukur Atas Berkat Allah

Orang yang fokus pada Allah akan mengucap syukur atas berkat Allah meskipun orang lain yang mendapatkan berkat yang lebih besar.

Sudahkan kita fokus pada Allah? Atau berkat-Nya? (FS)