Dikucilkan Tetapi Bahagia

Image result for blessed when people hate you

Renungan Harian Rabu 13 September 2017

Bacaan: Kol. 3:1-11; Mzm. 145:2-3,10-11,12-13ab; Luk. 6:20-26

BERBAHAGIALAH JIKA KAMU DIKUCILKAN

Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. (Luk 6:22)

Ada satu pengalaman yang sangat melekat dalam hati saya saat kuliah dulu. Suatu hari saya pergi bersama teman-teman ke karaoke. Sebenarnya saya agak enggan karena sejak mengalami kasih Allah dalam suatu retret mahasiswa, saya berusaha bernyanyi lagu rohani bukan sekuler lagi. Akhirnya saya pergi juga demi pertemanan.

Di sana saya hanya mendengar mereka bernyanyi. Akhirnya mereka menyadari sejak awal saya tidak memilih lagu. Lalu saya memilih dan menyanyi “I will follow Him”. Baru saja saya bernyanyi, teman-teman saya sudah heboh. Bahkan ada yang berteriak “Yesus… Yesus” dengan nada “menghina”. Saya tidak mampu menyelesaikan lagu itu karena terisak. Bukan karena diejek, tapi saya sedih dan merasa bersalah. Seorang teman (Katolik) sudah menghina Tuhan Yesus karena saya menyanyikan lagu tersebut. Sejak saat itu saya jarang diajak bila ke karaoke atau tempat hiburan lainnya. Tuhan menghibur dan memampukan saya untuk mengampuni sehingga saya tetap berteman dan menjalin komunikasi dengan mereka.

Justru karena “dikucilkan”, saya menggunakan waktu luang untuk ke Persekutuan Doa dan melayani dalam beragam bidang sehingga perkembangan rohani saya semakin bertumbuh. Sampai kami berpisah dan melanjutkan hidup masing-masing, mereka masih menghubungi saya bila membutuhkan seseorang untuk “curhat”. Bahkan istrinya teman saya yang pernah mengejek nama Yesus, sempat bertanya tentang pandangan Gereja Katolik tentang bayi tabung. Mereka berencana untuk menjalani program bayi tabung. Akhirnya batal dan memutuskan untuk mengadopsi anak dari keluarga mereka.

Saya bersyukur sekaligus bahagia karena Allah turut bekerja dalam hubungan pertemanan saya untuk mendatangkan kebaikan. Dia juga pasti sedang bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi saudara, apa pun fase kehidupan yang sedang saudara lalui. Tuhan memberkati. (LO)