Diberkati Untuk Menjadi Berkat

Hasil gambar untuk bless to bless

Renungan Jumat 22 September 2017

Bacaan: 1Tim. 6:2c-12; Mzm. 49:6-7,8-9,17-18-20; Luk. 8:1-3

DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT

Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka. (Luk 8:2-3)

Dalam perikop di atas, kita dapat melihat bagaimana karya pelayanan Yesus yang dilakukan untuk mewartakan  Kerajaan Allah dengan berjalan kaki dan menyusuri kota dan desa. Selain  kedua belas murid-Nya, Yesus pun diikuti  oleh para perempuan-perempuan yang telah memperoleh kesembuhan dari roh jahat atau berbagai penyakit. Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain.

Ketika menyadari kasih dan kemurahan Tuhan dalam hidupnya seseorang akan terdorong untuk melayani Tuhan dengan sepenuh hati dan dengan roh yang menyala-nyala. Bahkan dengan mengorbankan materi yang dimilikinya untuk mendukung pekerjaan Tuhan, rindu menjadi saluran berkat bagi orang lain. Mereka berkorban bukan supaya dipuji dan terkenal, tapi karena sungguh merasakan kasih Tuhan.

Sudahkah kita memiliki kerinduan untuk memberkati orang lain lewat apa yang kita miliki? Harta, talenta, ilmu apa pun itu yang berasal dari Tuhan bisa kita gunakan untuk memberkati orang lain.

Doa: Bapa, kami bersyukur untuk kasih dan kemurahan-Mu yang tiada henti-hentinya dalam hidup kami. Ajarilah kami untuk menggunakan segala apa yang kami miliki bagi kemuliaan dan kebesaran-Mu dan menyadari itu semua berasal daripada-Mu. Karena Engkaulah Tuhan dan Juru Selamat kami, kini dan sepanjang masa. Amin. (IP)