Apakah Aku Sudah Menjadi Saudara-MU?

Hasil gambar untuk put the words into practice

Renungan Selasa 26 September 2017

Bacaan: Ezr. 6:7-8,12b,14-20; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Luk. 8:19-21

APAKAH AKU SUDAH MENJADI SAUDARA-MU?

Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk 8:21)

Pada umumnya yang namanya saudara selalu berhubungan dengan ikatan darah. Saudara kandung, saudara seayah, saudara sepupu dan saudara yang lainya. Ada juga yang menyebut saudara karena berasal dari suatu tempat yang sama. Misalnya saat merantau ke luar kota atau keluar pulau di sana bertemu dengan orang yang berasal dari kota yang sama dengan kita, maka kita bisa sebut dia sebagai saudara. Sesama orang Katolik kita juga bisa menyebut saudara seiman.

Hari ini Tuhan Yesus menegaskan bahwa ibu-Nya dan saudara-Nya adalah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya. Bukan hanya orang Katolik yang menjadi saudara Yesus, juga bukan hanya mereka yang rajin mendengarkan sabda Allah yang menjadi saudara-Nya. Tetapi mereka yang mendengarkan sabda-Nya dan melaksanakannya. Siapakah yang tidak ingin menjadi saudara-Nya?

Pada umumnya banyak orang yang senang dan bahkan ingin menjadi keluarga dari orang-orang terhormat atau penguasa. Misalnya kalau mau mencari pasangan dilihat dulu dia itu anak siapa, keturunan siapa, saudaranya siapa saja, jadi pejabat atau pengusaha. Ukuran kebahagiaan manusia pada umumnya adalah kedudukan dan kenyamanan dan ini sering menjadi hal yang diprioritaskan, sehingga dalam hidupnya yang dicari adalah harta kekayaan dan kedudukan. Padahal kita punya Yesus Raja di atas segala raja, betapa kita akan bahagia jika kita menjadi saudara-Nya, saudara seorang Raja di atas segala raja.

Sedangkan kita yang beriman kepada Kristus, sudahkah kita menjadi saudara-Nya? Jangan-jangan kita terbuai dengan predikat kita sebagai anak-anak Tuhan lalu kita santai dan merasa nyaman sudah merasa sebagai anggota keluarga Tuhan dan terlena dengan perasaan nyaman kita. Ingatlah! Hari ini Yesus menegaskan bahwa yang menjadi ibu-Nya, saudara-Nya, keluarga-Nya adalah mereka yang mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah. Untuk itu marilah kita mendengarkan Sabda-Nya dan melaksanakannya dalam kehidupan kita sehari hari. (FXG)