Siapakah Aku Ini?

Renungan Minggu 27 Agustus 2017

Bacaan: Yes. 22:19-23; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,6,8bc; Rm. 11:33-36; Mat. 16:13-20

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat. 16:15-16)

Setelah dipilih Tuhan Yesus, para murid-Nya selalu mengikuti-Nya, ke mana pun Ia pergi. Mereka hidup bersama dengan-Nya. Banyak mukjizat yang telah mereka saksikan. Banyak pengajaran yang mereka terima dari Tuhan Yesus sendiri, walaupun mungkin tidak semua pengajaran itu dapat mereka pahami. Banyak sekali pengalaman yang telah mereka peroleh. Namun apakah para murid sungguh-sungguh telah mengenal Tuhan Yesus? Seberapa dalam mereka memahami diri-Nya?

Karena itu Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” (Mat. 16:13-14).

Jawaban orang banyak itu mencerminkan tokoh yang diharapkan orang-orang Yahudi pada waktu itu yaitu seorang Mesias. Mereka sangat mengharapkan seorang Mesias yang dapat mengusir penguasa Romawi yang menjajah mereka.

Sudah barang tentu Tuhan Yesus mengetahui jawaban orang banyak itu. Harapan orang banyak akan Mesias politis berbeda dengan keinginan Allah. Karenanya, Tuhan Yesus mempertajam pertanyaan itu kepada para murid-Nya. Ia ingin mengetahui bagaimana anggapan para murid tentang diri-Nya. “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” (Mat. 16:15-16)

Jawaban Petrus itu sungguh luar biasa. Ia memahami bahwa Yesus, bukan hanya sebagai Mesias, tetapi juga sebagai Anak Allah yang hidup. Petrus benar-benar memahami bahwa hakekat Yesus Kristus dengan Bapa adalah satu dan sama. Dan Tuhan Yesus Kristus tidak menyangkal jawaban Petrus itu. Bahkan hati-Nya sangat bergembira mendengar jawaban itu: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga” (Mat. 16:17). Melalui jawaban itu, Ia kemudian memberkati Petrus dan menjadikan ungkapan iman Petrus sebagai tonggak berdirinya Gereja.

Rupanya melalui firman-Nya hari ini, pertanyaan yang sama juga ditujukan kepada kita semua “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”. Bagaimana jawaban kita? Apakah kita sudah mengenal Tuhan Yesus Kristus sebagai Allah yang hidup? Apakah kita kerap mengalami lawatan-Nya sebagai Allah yang hidup?

Beberapa minggu yang lalu, saya dan banyak peserta mengalami lawatan-Nya sebagai Allah yang hidup dalam Retret Sentra Evangelisasi Pribadi (SEP) 2017 gelombang pertama dan kedua. Di gelombang yang pertama, Ia melawat saya melalui sesi-sesi pengajaran yang sederhana, dan mudah dimengerti. Ia meneguhkan diri saya akan pengajaran yang pernah saya terima ataupun saya ajarkan di kelas Misi Evangelisasi, Pemuridan dan Oikos. Sedangkan di gelombang yang kedua, melalui kepingan-kepingan pengajaran, Ia menghibur diri saya dengan jenaka.

Dan pada Perayaan Ekaristi, Adorasi Sakramen Maha Kudus dan Pencurahan Roh Kudus, saya benar-benar mengalami lawatan-Nya yang dahsyat sebagai Allah yang hidup, yang penuh kasih dan kuasa. Terasa pelukan kasih-Nya memenuhi setiap sudut ruangan di hati saya.

Bapa di dalam Surga. Sungguh saya bersyukur dan bersukacita, karena Engkau telah memberi kesempatan kepada diri saya untuk ikut Retret SEP 2017. Banyak hal yang telah saya peroleh selama retret itu. Terutama saya boleh mengalami lawatan-Mu yang luar biasa dahsyat, sebagai Allah yang hidup, penuh kasih dan berkuasa, baik dalam sesi-sesi pengajaran, maupun Perayaan Ekaristi, Adorasi Sakramen Maha Kudus dan Pencurahan Roh Kudus. Kiranya pengalaman ini, dapat mendorong diri saya dan para peserta retret untuk bertumbuh dan berbuah dalam kemuliaan-Mu, terutama dalam melaksanakan tugas perutusan kami. Dan ajar kami selalu, untuk dapat membagikan pengalaman itu kepada banyak orang, sehingga mereka pun dapat mengenal-Mu sebagai Allah yang hidup, Allah yang kasih dan berkuasa.

Tuhan memberkati.
Set

Image result for matthew 16:15