Seperti Anak Kecil

Renungan Selasa 15 Agustus 2017

Bacaan: Ul. 31:1-8; MT Ul. 32:3-4a,7,8,9,12; Mat. 18:1-5,10,12-14

BERTOBAT DENGAN KETULUSAN SEPERTI ANAK KECIL

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.” (Mat 18:3)

Hari ini kita diajak refleksi untuk bertumbuh dalam hidup rohani kita.

  1. Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, mau merendahkan diri, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
  2. Gembala sangat bersukacita menemukan satu domba yang tersesat dibanding dengan 99 domba yang tidak tersesat.

Yesus sangat berkenan pada orang yang hidupnya tulus seperti anak kecil, rendah hati, tidak tinggi hati, bahkan berani merendahkan diri (menjadi pelayan dan hamba). Hidup memang terus menerus berproses dalam pertobatan tiada henti.

Bertobat hendaknya seperti anak kecil yang polos dan tidak bersalah; yang tahu bahwa dirinya lemah, tidak tahu arah, tersesat, yang mau cari jalan sendiri, yang terlalu sombong, yang menuruti kehendak sendiri, yang mau memisahkan diri dari kelompok, egois, keras kepala, mau menangnya sendiri, cengeng, kekanak-kanakan.

Yesus juga mau mengajarkan kepada kita, bila kita mau bertobat, bertobatlah seperti domba yang tersesat. Karena banyak orang seperti domba yang tersesat. Tak terasa orang hidup seperti domba yang menundukkan kepala terus fokus makan rumput yang hijau, tak menghiraukan yang lain. Belajar terus, bekerja terus, cari makan terus, cari yang jasmani terus saja, tak menghiraukan yang rohani. Ini membuat orang mudah tersesat, tak tahu jalan hidup yang benar.

Sekarang kita sudah mau dipakai oleh Tuhan sebagai gembala-gembala kecil untuk menemukan domba yang tersesat, misalnya dalam keluarga kita, dalam lingkungan, di tetangga, dalam wilayah, dalam masyarakat, dan sebagainya. Kita mau dipakai-Nya menjadi teladan untuk menjadi seperti Bunda Maria yang 100% manusia utuh. Karena Bunda Maria sama seperti anak kecil, yang polos, tidak bersalah, suci murni, tulus, mudah menurut, taat, tulus, mau melayani bahkan mau menjadi hamba, sehingga berani berkata: “Aku ini hanya hamba Tuhan, terjadilah menurut kehendak-Mu saja, bukan kehendakku.”

Saudaraku yang terkasih, memang kita sudah merayakan Pesta Maria Diangkat Ke Surga pada hari minggu yang lalu, tetapi sebenarnya pesta ini, adalah hari ini tanggal 15 Agustus. Maka marilah kita belajar terus menerus bertobat seperti Bunda Maria dengan hati seperti seorang anak kecil. Setelah bertobat seperti ini, kita mau dipakai sebagai gembala kecil untuk menemukan domba yang tersesat sehingga banyak orang mendapatkan keselamatan dalam Yesus Tuhan kita. “Demikian juga Bapamu yang di Surga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.” (Mat 18:14).

Tuhan memberkati kita semua.

Vincent A. Dipojugo

Image result for matthew 18:3