Sangkuli

Renungan Jumat 11 Agustus 2017 

Bacaan: Ul. 4:32-40Mzm. 77:12-13,14-15,16,21Mat. 16:24-28

Sukacita, kemenangan, senantiasa disertai rasa syukur dan pujian bagi Tuhan. Tetapi ketika kita dalam proses penyangkalan diri, mengalami kesusahan, apakah kita senantiasa menyatakan iman kita?

Dalam injil hari ini Yesus menghendaki komitmen yang kuat di kalangan murid-murid-Nya. Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya dan memikul salibnya. Kita diminta untuk menyangkal diri, menjadi orang sederhana dan rendah hati. Selain itu kita orang kristiani harus belajar hidup melayani dengan berkorban. Kita harus hidup dengan penuh kesadaran tentang pentingnya orang lain dan bukan pentingnya kita. Jadi kita harus mengorbankan semua kesenangan pada waktu santai atau waktu senang-senang untuk melakukan pelayanan seperti ke persekutuan doa, atau mungkin ke panti asuhan bersama.

Sedangkan salib adalah konsekuensi dari mengikut Yesus. Inilah yang seringkali kurang kita sadari dalam hidup dan panggilan kita. Kita masih sering mengeluh dan putus asa jika kita mengalami kegagalan dan penderitaan. Karena itu sekaranglah saatnya kita menguatkan komitmen kita sebagai pengikut Yesus. Selain itu salib juga merupakan kekuatan yang membuat manusia bertahan dalam penderitaan di mana pun juga.

Dan untuk mengikut Yesus Kristus, kita harus benar-benar taat dan setia terhadap ajaran-Nya. Ini semua pasti juga akan membuat hidup kita semakin bermakna dan penuh suka cita.

Namun, mewujudkan ajaran Yesus tidaklah mudah, karena sangat bertentangan dengan ajaran dunia ini. Salib menawarkan jalan penderitaan, sedangkan dunia menawarkan kemudahan, kemuliaan duniawi, kekayaan dan cinta diri.

Masihkah kita sanggup memikul salib demi mahkota surgawi?

Mari kita menghayati salib hidup, yang karena cinta akan salib, kita mau mengikuti Yesus yang tersalib dengan tekun dan setia sepanjang hidup, sebab barangsiapa setia dan bertahan sampai mati, ia akan beroleh selamat.

Mari kita jalani hidup kita, yang meski harus disertai salib dan penderitaan, tapi ketekunan dan suka cita kita dalam memikul salib itulah yang akan membuktikan kualitas kemuridan kita pada Yesus. (LF)