Percaya dan Bukti

Renungan Kamis 24 Agustus 2017

Bacaan: Why. 21:9b-14; Mzm. 145:10-11,12-13ab,17-18; Yoh. 1:45-51

Percaya dan Bukti

Dalam Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru banyak ditulis tentang karya-karya Allah dalam rupa-rupa mukjizat. Demikian juga dalam pelayanan Yesus, Ia begitu banyak membuat mukjizat. Semua itu dilakukan agar orang percaya bahwa Ia benar-benar Mesias, Anak Allah yang dinanti-nantikan kedatangannya bagi umat-umat Yahudi (kita).

St. Bartolomeus yang lebih dikenal sebagai Natanael Bar – Tolmai adalah orang Yahudi tulen dan ahli Taurat. Dalam paham orang Yahudi, Mesias itu berasal dari keturunan Daud, oleh karenanya ketika Filipus mengabarkan bahwa ia telah berjumpa dengan Mesias, Natanael begitu ragu dan bertanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?

Namun kerinduan Natanael untuk berjumpa dengan sang Mesias, menutup sikap ragu-ragu dan akal budinya, kemudian mengikuti ajakan Filipus Mari lihatlah”.

Dalam perjumpaan dengan Yesus, ia mendapat kesan yang begitu mendalam karena Yesus telah mengetahui dirinya lebih banyak. “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telat melihat engkau di bawah pohon ara”, demikian kata Yesus kepada Natanael. Yesus juga memuji Natanael sebagai pribadi yang murni dan tidak palsu. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa Natanael mempunyai kepribadian yang unggul, tidak mudah ikut arus, dan ia benar-benar rindu untuk mencari wajah Allah yang otentik.

Zaman sekarang ini media sosial (medsos) banyak memuat berita-berita supranatural, penampakan-penampakan atau tentang hamba-hamba, pelayan-pelayan Tuhan yang begitu spektakuler dan atraktif serta mengagumkan, namun tidak jarang akhirnya mengundang keraguan dan tanda tanya tentang kebenarannya (seringkali hoax).

Kita memang tidak sedang meragukan pada yang ajaib-ajaib, tetapi hal yang lebih penting adalah seperti Natanael itu, ia yang terus menerus memelihara kerinduannya untuk menemukan wajah Allah yang otentik dan benar di sepanjang kehidupannya.

Yesus Kristus adalah wajah Allah yang otentik itu, yang menderita dan wafat di kayu salib karena cinta kasih-Nya kepada umat manusia yang tanpa syarat. Bagi hamba-hamba, pelayan-pelayan Allah, hendaklah kita meneladani Rasul Filipus, ia mempertemukan Natanael kepada Yesus sang Mesias yang benar. Dan janganlah membawa Natanael, umat-umat manusia kepada pribadi-pribadi yang mementingkan dan menguntungkan diri sendiri, kelompok serta komunitasnya sendiri tetapi marilah kita benar-benar tulus mempertemukan orang-orang kepada Yesus Kristus, agar mereka bisa mendapatkan keselamatan, kebahagiaan, kedamaian dan suka cita yang sejati.

Salam dan Doa,

FX83

Image result for nathanael under fig tree