Memberi

Renungan Kamis 10 Agustus 2017 

Bacaan: 2Kor. 9:6-10Mzm. 112:1-2,5-6,7-8,9Yoh. 12:24-26

Memberi itu juga memelihara diri sendiri. 

Tujuan hidup seorang Kristen atau pengikut Kristus adalah kekudusan, yaitu sempurna dalam cinta kasih. Mengasihi Tuhan demi Tuhan dan mengasihi sesama selain untuk sesama itu sendiri juga demi Tuhan yang ada dalam diri sesama tersebut. 

Surat Rasul Paulus dalam bacaan hari ini memberikan cara praktis dalam hal mengasihi Tuhan Yesus lewat sesama yaitu dengan cara memberi. Memberi tidak selalu uang, tetapi memberi bisa dalam berbagai bentuk. Yang terpenting adalah sikap batin si pemberi yaitu memberi dengan sukacita, tidak ada rasa terpaksa. 

Namun manusia tidak dapat memberi sesuatu kalau ia tidak memilikinya. Kita juga demikian, kita tidak akan dapat memberi cinta dan kasih sayang kalau kita belum memilikinya. Tuhan Yesus Kristus hari ini memberikan tips agar kita dapat memberi dengan sukacita dengan memahami bahwa memberi itu ternyata memelihara diri kita sendiri. 

Dalam Yoh 12:25 dikatakan: “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.” 

Tidak dapat seseorang bertindak secara heroik dengan cara mengorbankan nyawanya buat orang lain tanpa melalui latihan-latihan kecil yang membangun imannya. Perlu latihan untuk tidak mencintai nyawanya. 

Seorang tanpa nyawa adalah seorang yang mati, tidak punya kehendak dan tidak dapat lagi mempunyai keinginan. Memberikan sesuatu, apalagi sesuatu itu adalah yang menjadi keinginan adalah bentuk sederhana latihan kehilangan kehendak, latihan kehilangan keinginan yang artinya latihan untuk tidak mencintai nyawanya. 

Dan bila kita tidak mencintai nyawa maka Tuhan Yesus sendiri mengatakan bahwa kita memeliharanya untuk hidup yang kekal. 

Maukah kita berlatih untuk memberi dengan sukacita? 

FS