Lalang di Ladang

Renungan Selasa 1 Agustus 2017

Bacaan : Kel. 33:7-11; 34:5b-9,28; Mzm. 103:6-13; Mat. 13:36-43

Pada suatu hari Yesus meninggalkan orang banyak, lalu pulang. Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya, “Jelaskanlah kepada kami arti perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Yesus menjawab, “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia. Ladang itu ialah dunia. Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan dan lalang adalah anak-anak si jahat.” (Mat 13:36-38)

Ketika saya berkunjung ke rumah ibu saya, beliau menunjukkan kepada saya tanaman baru yang ada di rumahnya, dan ternyata di daun tanaman itu ada bintik putih yang menggelembung, ibu saya mengatakan bahwa bintik putih itu harus dibuang karena dapat menyebabkan daun tanaman tersebut menjadi keriting dan akhirnya tanamannya mati.

Sama halnya dengan hati kita, ketika kita semua dibaptis maka Roh Allah sendiri tinggal dalam hati kita, namun di dalam hati kita pun ternyata banyak  bintik putih seperti yang ada pada tanaman, yaitu adanya lalang yang ada di dalam hati kita, segala kemalasan, kedengkian, iri hati, kemarahan dan segala yang jahat.

Maka seperti bintik putih yang ada dalam daun tanaman yang harus dibuang agar tanaman itu tidak mati, maka kita pun harus mencabut lalang yang tumbuh dalam hati kita agar kita tidak masuk di dalam kegelapan.

Seperti yang dikatakan pemazmur bahwa firman Tuhan itu pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita, maka kita harus tekun dan setia membaca, merenungkan dan akhirnya menjadi pelaku firman, agar lalang hati kita dapat dicabut, dan Roh Allah yang bersemayam dalam hati kita berkuasa dan memimpin hidup kita. Sehingga pada akhirnya ketika saatnya tiba, kita adalah anak-anak yang setia yang akan menerima mahkota kehidupan.

Doa: Tuhan Yesus aku bersyukur untuk kasih karunia-Mu, sehingga aku boleh mengenal Engkau. Terangilah akal budi dan hatiku agar aku selalu menyimpan dan melakukan firman-Mu dalam kehidupanku sehari-hari. Amin.