Keluar dari Mulut

Renungan Selasa 8  Agustus  2017

Bacaan: Bil. 12:1-13; Mzm. 51:3-4,5-6a, 6bc-7,12-13; Mat. 15:1-2,10-14

Dengarkanlah dan camkanlah, bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang. (Mat15:11)

Dalam hidup sehari-hari, kita selalu mendengar kata-kata najis berulang kali. Tetapi apa yang kita dengar itu sangat bertentangan dengan ajaran Yesus. Ajaran Yesus itu tidak cocok dengan pandangan umum tentang ‘najis’.

Pada dasarnya Yesus hari ini mengajak kita untuk melihat dasar kehidupan keagamaan kita yakni hati manusia. Hidup keagamaan yang diajarkan oleh Yesus bukan atas dasar perintah Allah yang tertulis dalam bentuk hukum, melainkan yang tertulis dalam hati manusia. Itulah yang ditegaskan oleh Yesus bahwa apa yang di luar dan masuk ke dalam manusia tidak dapat menajiskan, melainkan yang keluar dari dalam diri manusia melalui mulutnya itulah yang menajiskan. Yang masuk ke dalam perut melalui mulutnya, akan berakhir menjadi ‘kotoran’. Tapi yang keluar dari dalam hati manusia dan keluar melalui mulutnya itulah yang menajiskan. Suka marah-marah, berkata-kata kotor, gosip, caci maki, dll. yang keluar dari hati dan melalui mulut orang itulah yang menajiskan.

Sebagai pengikut Yesus, memang seharusnya mengikuti ajaran Yesus  untuk menjaga setiap perkataan yang akan kita keluarkan agar tidak menjadi batu sandungan bagi orang yang mendengarkan dan melalui perkataan kita nama Yesus semakin dipermuliakan.

Apakah  mulut kita masih sering mengeluarkan kata-kata yang menjatuhkan atau mematahkan semangat orang yang mendengarkan atau perkataan yang memberkati dan menyemangati?

Doa: Allah  Bapa yang Maha Kasih, Engkau telah mengajarkan kepadaku bagaimana memaknai hati yang najis. Ajarlah aku untuk mengubah hal-hal yang buruk dari perbendaharaan kata-kataku menjadi kata-kata yang membawa berkat dan sukacita bagi siapa pun yang mendengarkannya, karena Engkaulah sumber kekuatan dan penolongku. Amin. (IP)

Image result for dirty words