Kegagalan Iman

Renungan Sabtu 12 Agustus 2017

Bacaan: Ul. 6:4-13; Mzm. 18:2-3a,3bc-4,47,51ab; Mat. 17:14-20

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan tak kan ada yang mustahil bagimu.” (Mat 17:19-20)

Sering kali kita mengalami hal serupa yang dialami oleh murid-murid Yesus.

Mengapa saya tidak bisa melakukan ini?

Mengapa saya tidak bisa melakukan itu?

Mengapa saya masih sulit mengampuni?

Mengapa saya masih keberatan untuk minta maaf?

Masih banyak lagi mengapa mengapa yang lain. Di sini ketika murid Yesus menanyakan tentang ketidakberhasilannya mengusir setan, Yesus mengatakan kepada mereka kalau mereka kurang percaya, kalau mereka kurang iman: “Karena kalian kurang percaya.” Dari sini kita bisa melihat seberapa penting nilai percaya.

Yesus juga menegaskan dengan mengatakan, “Sekiranya kalian mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kalian dapat berkata kepada gunung ini pindahlah dari sini ke sana, maka gunung ini akan pindah dan tiada yang mustahil bagimu.”

Ketika kita merasa bisa, ketika kita merasa mampu, ketika kita merasa sudah berkecukupan, ketika kita sudah merasa hebat, inilah Kegagalan Iman. Karena sehebat apa pun kita, tanpa Allah semua sia-sia. Sebab kemampuan dan kehebatan kita selalu ada batasnya. Apa lagi jika dengan kemampuan kita, kita merasa sudah di atas angin, kita akan semakin merasa tidak perlu pertolongan Tuhan, inilah yang menyebabkan kita gagal mengimani Tuhan.

Dalam Injil hari ini kita tahu kegagalan murid-murid Yesus disebabkan oleh kurang percaya. Ada dua hal yang mungkin membuat para murid kurang percaya, pertama apakah karena mereka merasa mampu sehingga tidak memerlukan pertolongan Tuhan, kedua merasa ragu-ragu karena kurang percaya akan penyertaan Tuhan. Namun keduanyalah yang membuat kita gagal dalam iman. Dalam kehidupan moderen yang serba digital ini banyak teknologi yang dipergunakan manusia untuk membantu aktivitasnya, sehingga tidak sedikit yang menggunakan dan mengandalkan teknologi dalam hidupnya. Namun hendaknya kita berhati-hati dan menggunakan sarana itu dengan bijak dan tetap berserah kepada Tuhan, supaya kita tidak mengalami kegagalan iman. Marilah kita selalu belajar dan terus berusaha mempercayakan segala aspek kehidupan kita kepada Tuhan, dengan selalu melibatkan Tuhan dalam hidup kita. Sehingga kita bisa belajar menumbuhkan iman kita kepada Tuhan di mana kita bersama Tuhan menghadapi segala persoalan hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. (FXG)

Image result for matthew 17:20