Perwira Yang Rendah Hati

Renungan Sabtu 1 Juli 2017

Bacaan: Kej. 18:1-15; Mzm. MT Luk. 1:46-47,48-49,50,53; Mat. 8:5-17

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. (Mat 8:10)

Kerendahan hati itu suatu penyerahan total akan kehendak Allah, sama seperti Yesus yang diutus oleh Allah Bapa-Nya di surga turun ke dunia. Karena penyerahan diri total sesungguhnya adalah sungguh-sungguh percaya. Kepercayaan yang kuat dan kokoh inilah yang menumbuhkan iman.

Dengan memiliki jabatan yang tinggi, dengan kekayaan yang besar, apalagi dengan kepintaran dan kepandaian yang luar biasa, orang mudah sombong, tinggi hati dan merendahkan orang lain. Menjadi orang yang rendah hati tidak mudah. Orang yang rendah hati adalah orang yang telah mampu menaklukkan egonya. Mereka tidak mudah tersinggung, mereka tidak mudah mengadili orang lain, tidak mudah mencurigai orang lain. Orang yang tidak memiliki kerendahan hati, akan mudah sekali melakukan kekerasan pada orang lain, tanpa rasa maaf dan ampun, merekalah orang yang merasa paling benar, dan egonya tinggi. Sangat berbeda dengan orang yang hendah hati yang memampukan dirinya untuk memandang bahwa dirinya akan menjadi bermakna karena ada orang lain di sekitarnya.

Perwira Kapernaum ini tidak gengsi meskipun dia punya jabatan tinggi. Dia tidak sombong, bahkan rela menolong hambanya yang sakit dan datang kepada Yesus meminta tolong menyembuhkan hamba ini. Sikap inilah yang menyebabkan Yesus tidak bisa menolaknya, bahkan segera menyembuhkan hambanya.

Berdoalah setiap hari untuk memohon kerendahan hati, agar doa-doa kita akan lebih mudah untuk menerima kasih dan cinta-Nya Tuhan, dan kebaikan-kebaikan Tuhan yang tiada taranya.

Tuhan sangat berkenan pada orang yang rendah hati.

Tuhan memberkati kita semua.

Vincent A. Dipojugo

Image result for humble centurion