Nakhoda

Renungan Minggu 2 Juli 2017

Bacaan: 2Raj. 4:8-11,14-16a; Mzm. 89:2-3,16-17,18-19; Rm. 6:3-4,8-11; Mat. 10:37-42

Image result for ship captain

NAKHODA

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. (Mat 10:37)

Keputusan sulit, saat dihadapkan pada dua pilihan.

David adalah seorang nakhoda kapal yang sudah sangat berpengalaman. Suatu ketika dia dihadapkan pada tugas untuk mengepalai suatu kapal delegasi perdagangan, namun di saat yang sama dia juga diminta menjadi nakhoda untuk sejumlah besar kru yang akan syuting film baru. Tentunya David tidak bisa menginjakkan kaki pada dua kapal pada saat yang bersamaan, dia harus memilih salah satu.

Prioritas! Itulah yang dihadapi David dan tentunya Anda serta saya saat memutuskan suatu komitmen. Ketika kita mau berusaha untuk melayani Tuhan, ada faktor pengganggu berupa ‘keinginan daging’ yang lebih mengutamakan cinta pada dunia. Di mana dalam injil Matius dikisahkan sebagai bapa-ibu yang mempunyai arti penting dalam pekembangan hidup. Ughh.. keras sekali ☹, lalu kita harus memilih yang mana?

Kita semua pasti mempunyai tanggung jawab, terutama pada mereka yang kita kasihi; entah sebagai ayah, ibu, anak, pasangan hidup, bahkan cucu, ataupun hanya sebagai teman sekerja. Tetapi dalam skala prioritas, Yesus sendiri mengajarkan kepada kita melalui Matius 22:37-39 bahwa Mengasihi Tuhan Allah adalah prioritas yang terutama dan yang pertama, kemudian baru diikuti oleh mengasihi sesama manusia. Maka dari sini pandangan “layak bagi-Ku” terjawab oleh tindakan mengasihi.

Shalom, Tuhan Yesus memberkati. (vmg)