Menghasilkan Buah

Renungan Jumat 28 Juli 2017

Bacaan: Kel. 20:1-17; Mzm. 19:8,9,10,11; Mat. 13:18-23

Renungan 28 Juli 2017

“ ….Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” (Mat 13:23)

Fokus dalam perumpamaan ini tidak terletak pada pewartaan, tetapi pada penerimaan terhadap firman tersebut. Firman yang sama disampaikan pada sekelompok orang ternyata tidak semua orang menanggapi sama. Tidak semua menghasilkan buah yang diharapkan. Di manakah letak perbedaannya? Apakah Firman Tuhan kurang berkuasa untuk menjamah orang-orang tertentu.

Mendengar secara Spiritual.

Mendengar di sini dihubungkan dengan “melihat, mengerti dan menanggapi” tidak ada hubungannya dengan intelektual, tetapi dengan hati. Murid-murid Yesus sudah disebut sebagai orang yang mengerti rahasia Kerajaan Allah (Mat 13:11), tetapi mereka belum mengerti arti dari perumpamaan tentang penabur (Mat 13:18-23).

Mereka yang hatinya tuli (bebal) tidak akan mampu mendengar secara spiritual. Sekalipun kebenaran disampaikan berkali-kali kepada mereka. Bagi mereka yang mampu mendengar secara spiritual tidak boleh membanggakan diri sebagai “Kesombongan Rohani”, melainkan kemampuan ini adalah “Pemberian Allah” (Mat13:11).

Menanggapi Firman Tuhan.

Tuhan Yesus menjelaskan tentang empat reaksi menanggapi firman Tuhan. Tiga reaksi yang pertama adalah keliru, yang terakhir adalah yang benar,  ….Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” (Mat 13:23)

Menanggapi Firman Tuhan ada dua sisi:

  • Kita membutuhkan kasih karunia Allah untuk menerima firman itu.
  • Kita sendiri perlu mengembangkan sikap yang benar terhadap firman Tuhan.

Kita harus menjaga dan mempersiapkan hati kita untuk menanggapi firman Tuhan, oleh karena anugerah Tuhan kita pasti akan berbuah lebat bagi kemuliaan Allah.

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,  tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (Mzm 1:1-3).

Tuhan memberkati.

SWK

Image result for bears fruit