Kunjungan Seorang Sahabat

Renungan Sabtu 29 Juli 2017, Peringatan Wajib St. Marta

Bacaan: Kel. 24:3-8 atau 1 Yoh 4:7-16; Mzm. 50:1-2,5-6,14-15 atau Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9.10-11; Yoh. 11:19-27, atau Luk. 10:38-4

Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah. (Yoh 11:20)

Perubahan zaman yang begitu cepat dengan ditandai perkembangan teknologi mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia termasuk perilakunya. Saya tidak pernah lagi menyaksikan tuan rumah menyongsong tamu yang berkunjung ke rumahnya meskipun itu sahabatnya. Justru yang pertama kali menyongsong tamu adalah anjing atau pembantunya meskipun sudah ada pemberitahuan lebih dahulu kepada tuan rumah sebagai sahabatnya.

Marta seorang yang sederhana dan apa adanya, tidak basa-basi dalam mengungkapkan isi hatinya, mampu menghargai Tuhan Yesus yang berkunjung ke rumahnya sebagai sahabatnya dan membangun relasi yang akrab dengan-Nya.

Marta saudari Maria dan Lazarus, tinggal di Betania dekat Yerusalem. Ketiga bersaudara itu sahabat Yesus. Sebagai seorang sahabat, Tuhan Yesus mengunjungi Marta dan Maria bukan hanya memberikan penghiburan atas kematian Lazarus, tetapi juga memberi harapan dan jaminan.

Kata Yesus kepada Marta: “Saudaramu akan bangkit.” (Yoh 11:23).

Meskipun Marta menanggapinya dengan asumsi bahwa apa yang dikatakan Tuhan Yesus akan terjadi kelak pada akhir zaman, Tuhan Yesus tetap meneguhkan iman Marta dengan memberikan jaminan bahwa hanya Dialah kebangkitan dan hidup, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya, akan hidup walaupun sudah mati (Yoh 11:25). Jaminan ini menumbuhkan iman Marta.

“…ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.” (Yoh 11:27)

Sebagai anak-anak Tuhan, bagaimana dengan iman kita? Apakah iman kita bertumbuh ketika Tuhan Yesus mengunjungi kita dalam rupa Hosti? Apakah kehadiran Tuhan Yesus kita abaikan saja, atau kita anggap sebagai rutinitas? Pilihan ada pada Saudara. Meskipun demikian, saya mengajak saudara; mari, kita membuka hati selebar-lebarnya, mempersilahkan Tuhan Yesus masuk ke dalam kehidupan kita sehingga kita dapat bercakap-cakap dengan-Nya layaknya seorang sahabat dan iman kita semakin bertumbuh dan berkembang dalam menggenapi janji Tuhan yaitu kita akan dibangkitkan dan hidup bersama Dia. Amin.

Tuhan Yesus memberkati.

E.CH.MW

Related image