Kesabaran Allah

Renungan Minggu 23 Juli 2017, Minggu Biasa ke XVI

Bacaan: Keb. 12:13,16-19; Mzm. 86:5-6,9-10,15-16a; Rm. 8:26-27; Mat. 13:24-43

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. (Mat 13:24)

Melalui perumpamaan yang dibentangkan Yesus pada hari ini Yesus ingin mengajarkan kepada kita tentang beberapa hal.

1. Allah kita adalah Allah yang panjang sabar.
Ketika di antara gandum tumbuh ilalang ternyata ilalang yang akan mengganggu pertumbuhan gandum itu tidak dicabut, ilalang itu dibiarkan tumbuh bersama dengan gandum. Ukuran untuk menentukan keberhasilan adalah buah yang dihasilkan. Sampai musim panen tiba, gandum yang menghasilkan buah akan dimasukkan ke dalam lumbung, sementara ilalang yang tetap tidak menghasilkan apa-apa akan dikumpulkan dan dibakar.

Kesabaran Allah itu juga diungkapkan dalam bacaan pertama dari Keb 12:19: “Anak-anak-Mu Kau beri harapan yang baik ini. Apabila mereka berdosa, Kau beri kesempatan untuk bertobat”.

Dalam Mzm 86:5: “Sebab Engkau ya Tuhan baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.”

Kesabaran Allah ini menuntut sikap tanggap manusia untuk memahami kehendak Allah yang sebenarnya rindu semua umat-Nya bertobat dan menikmati keselamatan.

2. Kekuatan jahat itu tidak pernah tinggal diam, untuk selalu mencari celah agar benihnya tumbuh dalam hati manusia.
Di tanah yang subur pun selain gandum tetap memungkinkan adanya ilalang. Lagi-lagi ditunjukkan bahwa yang menabur itu adalah “musuh”. Namun benih gandum yang ditanam oleh Allah punya kekuatannya sendiri, ilalang tidak mampu mengalahkannya.

Roh Kudus yang diberikan Bapa untuk menghibur dan menolong kita akan membantu kita dalam kelemahan kita (Rm 8:26), itulah kekuatan kita. Kekuatan itu akan tampak dan menghasilkan buah kendati dikelilingi oleh kekuatan jahat.

Sharing: dalam perjalanan saya mengikuti jejak Yesus, hampir saja saya tergoda untuk menduakan Tuhan dengan minta bantuan pada orang pintar atau dukun saat saya menghadapi kesulitan. Beberapa tahun yang lalu ketika saya mengalami kesulitan ekonomi dan saat saya berusaha menjual aset saya yang berupa tanah ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Saya sudah berdoa meminta bantuan pada Tuhan, ternyata Tuhan tidak kunjung menjawab doa-doa saya. Di tengah keputusasaan, seorang teman mengajak saya untuk meminta bantuan dukun. Namun sebelum saya mengikuti saran teman tersebut saya berdoa minta izin pada Tuhan apakah saya boleh pergi ke dukun. Ketika di pagi buta saya terjaga dari tidur saya, akhirnya saya berdoa lagi. Pada saat saya berdoa tersebut kurang lebih jam 02.30 ada sms yang masuk, dalam sms itu tidak ada nama pengirimnya. Namun kata-kata dalam sms itu merupakan jawaban izin yang saya ajukan pada Tuhan untuk pergi ke dukun. Kata-kata dalam sms tersebut berbunyi: “Aku tahu saat ini kau sangat menderita, Aku tahu saat ini bebanmu sangat berat; tapi Aku juga tahu saat keluh engkau hanya datang pada-Ku dan itu tidak sia-sia.” Melalui sms ini saya diingatkan bahwa alamat yang tepat ketika saya letih lesu dan berbeban berat hanya datang kepada Yesus karena Ia sanggup memberi kelegaan (Mat 11:28). Akhirnya saya menolak ajakan teman saya ini dan Tuhan menjawab doa-doa saya dan turun tangan menolong saya pada waktu yang tepat.

3. Ada perbedaan nasib antara orang berdosa dan orang benar.
Pada masa penghakiman orang berdosa akan mengalami penderitaan dalam dapur neraka, sedangkan orang-orang benar akan dikumpulkan dalam lumbung surgawi. Dengan perumpamaan ini Yesus hendak mengingatkan kita untuk tidak menyia-nyiakan kesabaran Tuhan dan kesempatan yang Tuhan berikan untuk kita bertobat. Jalan yang kita pilih di dunia ini akan menentukan nasib kita di akhir zaman. Jalan kebaikan dan kebenaran menuju keselamatan sedangkan jalan dosa dan kejahatan menuju pada penderitaan.

Doa: Ya Allah Bapa yang baik, kami bersyukur Kau angkat menjadi putera dan puteri-Mu, Engkau sangat mengasihi kami dan sabar terhadap kelemahan kami. Tolonglah kami dalam peziarahan hidup ini untuk menjadi gandum yang menghasilkan buah-buah kebenaran, jangan biarkan kami tersesat dan jatuh dalam dosa, sebab Engkaulah Tuhan dan penyelamat kami. Amin.
MLEN

Image result for matthew 13:24